#04 - Maret 2011

download #04 - Maret 2011

of 20

  • date post

    06-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    236
  • download

    4

Embed Size (px)

description

 

Transcript of #04 - Maret 2011

  • Assalamu'alaikum wr wb

    Salam sejahtera bagi kita semua

    Paradoks timbul ketika berbagai isu kini sedang melanda kampus

    tercinta.

    ITB kampus Rakyat

    Saya melihat ini semua bagaikan sebuah ironi. Kampus ITB yang masuk

    headline media massa terkemuka hanya karena toiletnya dan beberapa

    fasilitasnya terbakar. Belum lagi running text di saluran televisi dan

    bombardir pemberitaan di media maya yang ikut meramaikan terror

    yang seakan sedang terjadi di kampus ganesha.

    Berbagai pihak bak kebakaran jenggot menyikapi hal ini. Khawatir

    kampus ini menjadi pusat pergerakan mahasiswa dan rakyat dalam

    berbagai isu nasional.Tak tanggung menurut keterangan seorang

    pejabat kampus- bapak Kapolda, bahkan Kapolri ikut ambil bicara untuk

    komitmen menyelesaikan kasus dikampus ini.

    Padahal jika mereka tahu, bahkan mahasiswa di kampus ini sendiri

    tidak sadar akan apa yang sedang terjadi di sekeliling mereka.

    Jangankan isu mengenai coup d'tat di negara-negara timur tengah

    atau isu pergolakan jamaah ahmadiyah di beberapa daerah, bahkan

    untuk isu masuk ITB mahal pun belum tentu semua paham dan sadar

    atas apa yang terjadi.

    Mahasiswa ITB saat ini sedang disibukkan dengan segudang kegiatan

    mereka, baik akademis maupun non-kurikuler. Yang bagi mereka

    penting untuk meningkatkan kapasitas diri sehingga nanti bisa

    meningkatkan nilai jual diri ketika berada di dunia kerja. Tidak ada

    waktu untuk mengurusi berbagai tetek bengek permasalahan

    bangsa, biarkan saja para politikus-politikus di luar sana yang

    bermain dengan kekuasaan mereka.

    Behind SOCbehind SOC edisi 4, 2011 :Pemimpin Umum M.

    Anggita Tresnamayung (SI07) Pemimpin Redaksi Faradiani Sekar

    Putri (MRI09) Redaktur Qinthara Syahriar (TK08) Ulfia Rahma

    (MA09) Ahmad Nazaruddin (TA09) Gilang (TI09) Deputi Konten

    Informasi Megariza (IF07) Wakil Deputi Miranti Hayuningtyas

    (TI08) Tim Reporter Rachmat Cahyono Lasama (FTI10) Saat

    Mubarrok (OS09) Nissa Rachmidwiati (BI09) Primanda R.

    Arsyitamiyanti (BI09) Fathnurain Fajrin (TI09) Dea Chandra Marella

    (MRI09) M. Syauqy Nailul Author (EL09) Pijar Riza Anugerah (BI08)

    Dea Safitri Pelita Putri (TI09) Teguh Wibowo (BI09) Ashri Rahmatia

    (FT09) Tim Fotografer Leidi (SR10) Wilma Yulia (FI09) Muthia Astari

    (MRI09) Tim Design Kania Prita (AR07) Wahyu (AR07) Faradiani

    (MRI09) Nafisah Hisan (TI07) Mayung (Si07) Tim Outsource Lionita

    (MRI09) Tim Perusahaan Cut Farah (TI09) Nursita (EP09)

    Presiden Menyapa.......... 2

    Daftar isi ......................... 2

    Behind SOC ................... 2

    Agenda Ganesha ......... 3

    Kajian:

    Mengembangkan

    Technopreneurship Untuk

    Kemandirian Indonesia .. 4

    Cover Story .................... 5

    Opini:

    gesa falugon (opini)

    Profil:

    Hasnul Suhaimi ............ 8

    Gallery ......................... 10

    Hot Issue:

    Masihkah ITB Untuk

    Semua? .......................... 12

    Kampus :

    Mading di ITB, Punya Siapa? .. 14

    Ulasan:

    Bergerak Bersama Rakyat

    (Panggung Rakyat) .................. 16

    Review:

    Olimpiade ITB.......................... 17

    Proficio ................................... 19

    Tanya Rakyat:

    Pemira KM-ITB: Bukan Hak

    TPB?....................................... 18

    2 Soul Of Campus Edisi 4 2011

  • Yang berulang tahun bulan ini...

    MARET 2011

    HMT

    16 Maret

    1967

    HIMA-SITH

    Nymphaea

    1 Maret 1951

    Resimen Mahasiswa

    Mahawarman

    Batalyon I/ITB

    20 Maret 1965

    GAMAIS ITB

    Maret 1991

    Pramuka ITB

    12 Maret

    1972

    TIBEN ITB

    29 Maret

    2002

    Harmoni

    Amal Titian

    Ilmu

    3 Maret 2003

    ITB Student

    Orchestra

    2 Maret 2005

    PSTK ITB

    7 Maret 1971

    KPA ITB

    17 Maret 1972

    3Soul Of Campus Edisi 4 2011

  • emandirian sebuah

    bangsa dapat dilihat

    dari kemampuannya Kdalam mengelola masalah-masalah

    internal tanpa campur tangan bangsa

    asing dan secara eksternal mampu

    berperan aktif serta berkontribusi

    positif dalam kancah internasional.

    Maka, kemandirian bangsa memiliki

    dua dimensi: internal dan eksternal.

    Secara internal, suatu bangsa

    yang mandiri akan mengarahkan

    proses penyelenggaraan negara

    sepenuhnya untuk kepentingan

    bangsa dan dilakukan oleh seluruh

    komponen bangsa. Kemandirian

    internal ini hanya dapat diwujudkan penguasaan iptek juga dapat meningkatkan

    melalui kerja keras dan dilakukan secara bersama-pemanfaatan sumber daya alam secara lebih

    sama oleh seluruh komponen bangsa. Secara produktif dan juga dapat meningkatkan kualitas

    eksternal, kemandirian bukan berarti bangsa kita barang dan jasa.

    tidak membutuhkan bangsa lain. Namun, kita tetap

    hidup dalam sistem global yang saling bergantung dan Perkembangan suatu teknologi tidak hanya

    berkaitan satu sama lain. berpengaruh secara internal saja, tapi juga

    memengaruhi pengembangan bisnis-bisnis baru di Bangsa yang mandiri adalah bangsa yang

    sektor lainnya. Mengingat peranan iptek yang sangat mampu menyejajarkan dirinya di hadapan bangsa-

    signifikan, sudah sepantasnya jika World Economic bangsa lainnya. Kemandirian bangsa juga erat

    Forum (WEF) dan International Management kaitannya dengan kemajuan peradaban masyarakat,

    Development (IMD) menempatkan teknologi sebagai terlebih lagi dalam bidang iptek. Suatu bangsa yang

    parameter kekuatan daya saing. Oleh karena itu, di maju juga dinilai dari kemajuan iptek-nya. Oleh karena

    sinilah pentingnya technopreneurship. itu, perlu adanya suatu upaya untuk memajukan iptek

    Indonesia demi mencapai kemandirian bangsa.

    Dalam konteks kekinian, kemajuan iptek

    hampir selalu didampingkan dengan dunia bisnis. Di

    sinilah peran technopreneurship menjadi sangat

    dominan. Penguasaan iptek memungkinkan orang

    bekerja secara lebih efektif sehingga dapat

    meningkatkan produktivitas kerja. Selain itu,

    Mengembangkan

    untuk Kemandirian Bangsa

    Technopreneurship

    Berbagi

    4 Soul Of Campus Edisi 4 2011

  • Penguasaan iptek menjadi sangat penting jika kita mampu mendayagunakan

    kemajuan iptek sebagai keunggulan kompetitif dari sudut ekonomi dan bisnis.

    ITB sebagai institut berbasis sains, seni, dan teknologijuga bisnis dan

    manajemen (SBM)sudah seyogianya menjadi lumbung penghasil

    technopreneur yang dapat memanfaatkan kemajuan iptek untuk

    meningkatkan perokonomian dan bisnis. Tentu saja hal ini memerlukan kerja

    keras, dukungan, dan sinergi dari seluruh elemen untuk dapat mencapai

    tujuan-tujuan bersama dalam peningkatan daya saing melalui penguasaan

    iptek, sehingga pada nantinya mampu mencapai kemandirian bangsa.

    Rizal Dwi Prayogo (MA09/10106014)

    Referensi:

    Wangsa, Lalu Mara Satria. 2004. Merebut Hati Rakyat: Melalui Nasionalisme,

    Demokrasi, dan Pembangunan Ekonomi. Jakarta: PT. Primamedia Pustaka

    Semut mempunyai sifat gotong royong yang

    baik. Di gambar ini, semut-semut sedang

    bergotong-royong di atas daun. Mereka sedang

    mencari makanan di pohon, untuk menuju

    kemandirian bagi komunitasnya sendiri.

    Di cover ini, terdapat jenis semut yang beda2,

    ada ratu semut, semut pekerja, dan semut

    prajurit. Tetapi semuanya saling tolong-menolong dan bergotong-royong buat mencari

    makan, membangun sarang, menjaga sarang, dan sebagainya.

    Selain itu, semua juga mempunyai peran masing-masing dan konsisten

    menjalaninya. Kalau ada satu saja yang tidak menjalani perannya, kehidupan di dalam

    sarang akan tidak seimbang, maka kehidupan koloni itu akan bermasalah.

    Mereka juga memiliki sifat kerjasama yang tinggi. Semut juga kalau berjalan

    mereka ada laluan tersendiri yang kita tidak boleh lihat dengan mata kasar. Setiap kali

    bertembung dengan rakannya, semut akan berhenti sekejap seolah-olah bersalaman.

    Mereka memiliki sifat setiakawan yang tinggi. Semut juga tidak akan mengkhianati

    rekan-rekannya. Kalau ada antara kawan-kawan mereka yang mati, mereka akan

    beramai-ramai mengankat bangkai rakan mereka ke suatu tempat.

    Jadi, jika dikembalikan ke kehidupan nyata kita, maka setiap orang

    mempunyai peran untuk bangsa ini. Sebagai mahasiswa, kita seharusnya menyadari

    apa peran kita. Kalau semua bisa menjalankan perannya dengan baik, dan saling gotong

    royong, pasti negara ini bisa maju.

    Saat kita bekerja sama dengan sinergis dan harmonis seperti semut ini, maka

    kita bisa bergerak bersama rakyat menuju kemandirian Indonesia.

    5Soul Of Campus Edisi 4 2011

  • Pengusaha Ciputra mengatakan, akar musabab Mungkin k i ta akan berter iak bahwa

    kemiskinan di Indonesia bukan semata akibat akses pemerintahlah yang bertanggung jawab dengan hal ini.

    pendidikan, karena hal itu hanya sebagian, melainkan Melalui kebijakan yang pro terhadap industri dalam

    karena negara tidak menumbuhkembangkan jiwa dengan negeri, pemudahan pendapatan kredit usaha,

    baik pada masyarakatnya. Pendidikan Tinggi Indonesia penurunan nilai suku bunga, serta mendorong sektor riil

    lebih banyak menciptakan sarjana pencari kerja, bukan (industri manufaktur) sebagai tulang punggung

    pencipta lapangan kerja, itu membuat masyarakat perekonomian Indonesia. Untuk mewujudkannya

    Indonesia terbiasa makan gaji sehingga tidak mandiri dan dibutuhkan pasokan sumber daya m