Web viewkata pengantar penerbit. ¥† §„­…¯...

download Web viewkata pengantar penerbit. ¥† §„­…¯ „„‡ †­…¯‡ ˆ†³¹†‡ ˆ †³±‡

of 64

  • date post

    10-May-2019
  • Category

    Documents

  • view

    222
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Web viewkata pengantar penerbit. ¥† §„­…¯...

( Pembelaan Imam Syafi'i dan Para Pengikutnya terhadap Tauhid

(

KATA PENGANTAR PENERBIT

, , :

Salah satu ciri utama dakwah Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah penitikberatan terhadap dakwah tauhid dan pemberantasan syirik. Dalam hal ini dan yang lainnya mereka berusaha untuk senantiasa meneladani sang panutan: Rasulullah (.

Tulisan yang ada di tangan para pembaca yang budiman adalah salah satu bentuk sumbangsih komunitas mahasiswa Indonesia di kota Nabi ( untuk turut serta berpartisipasi dalam menyebarkan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Tulisan yang berjudul "Pembelaan Imam Syafi'i dan Para Pengikutnya terhadap Tauhid" ini disusun oleh al-Akh Abdullah Zaen Lc (Mahasiswa S2 Jurusan Aqidah Universitas Islam Madinah).

Atas nama mahasiswa Indonesia Universitas Islam Madinah, kami menyambut baik terbitnya "Silsilah Karya Mahasiswa UIM, Edisi Perdana" ini. Selain untuk menghasung para mahasiswa lain agar lebih rajin menelurkan karya-karya ilmiyah, tulisan ini juga bisa dijadikan salah satu bekal para da'i dalam mengarungi medan dakwah di tanah air.

Mengakhiri kata pengantar singkat ini, dengan rasa syukur kepada Allah (, kami menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh pihak yang turut andil dalam mensukseskan terbitnya tulisan ini. Semoga kehadirannya ini dapat menambah wawasan dan manfaat bagi kalangan mahasiswa, para da'i, maupun masyarakat muslim lainnya, amin.

Wa shallallahu 'ala nabiyyina muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.

Mandub Mahasiswa Indonesia Universitas

Islam Indonesia Periode 1427-1428 H

Ahmad Daniel

(

MUQADDIMAH

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad (.

Allah ( berfirman,

( ( :56

Artinya: "Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku". QS. Adz-Dzariyat: 56.

Ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa tujuan utama penciptaan jin dan manusia di muka bumi ini adalah untuk beribadah kepada Allah semata (baca: menegakkan tauhid di muka bumi).

Tauhid merupakan pondasi dasar dan inti agama yang dibawa oleh Rasulullah (, bahkan inti agama yang dibawa oleh seluruh nabi dan rasul sebelum Beliau (. Oleh karena itu tidak mengherankan jika Rasulullah ( memulai dakwahnya dan mengakhirinya dengan tauhid.

Pertama kali yang beliau serukan kepada kaum musyrikin Quraisy adalah:

( ) .

"Wahai para manusia, katakanlah "la ilaha illallah" niscaya kalian akan beruntung!" HR. Ahmad.

Sebagaimana telah maklum bahwa "la ilaha illallah" adalah kalimat tauhid dan inti aqidah Islam.

Di akhir hayatnyapun Beliau ( masih memperingatkan umatnya agar tetap berpegang teguh kepada tauhid serta berhati-hati untuk tidak terjerumus kepada perbuatan-perbuatan yang dapat mengotorinya. Di detik-detik akhir menjelang wafatnya, Beliau ( bersabda,

( , , ) .

"Ketahuilah, bahwa orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang shalih sebagai masjid. Janganlah kalian jadikan kuburan sebagai masjid, karena aku melarang kalian untuk berbuat seperti itu" HR. Muslim.

Beliau ( melarang perbuatan ini karena hal tersebut merupakan salah satu perantara yang mengantarkan hamba untuk berbuat syirik, yang merupakan perusak terbesar akidahnya.

Ini semua, ditambah konsentrasi Beliau ( selama tiga belas tahun di Mekkah untuk mendakwahkan tauhid, menunjukkan betapa penting dan agungnya kedudukan tauhid di dalam agama Islam.

Setelah Rasulullah ( meninggal, "tongkat estafet" dakwah tauhid diambil alih oleh para shahabat Beliau (, kemudian dilanjutkan oleh para tabi'in (pengikut shahabat), lalu diteruskan oleh para atba' at-tabi'in (pengikut tabi'in) dan para ulama salafush shalih yang lain sesudah mereka. Dan para imam madzhab Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang empat (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hambal) merupakan para ulama terdepan yang mengibarkan bendera tauhid ini dalam barisan umat Islam.

Risalah yang ada di tangan para pembaca yang budiman, merupakan upaya sumbangsih penulis untuk turut serta menyebarkan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah mengenai Allah (, dengan cara mengumpulkan perkataan-perkataan para imam madzhab Syafi'i yang menjelaskan pembelaan mereka terhadap Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Sengaja penulis mengkhususkan risalah ini untuk menjelaskan tauhid dalam pandangan Imam Syafi'i rahimahullah dan para pengikutnya rahimahumullah, serta bagaimana mereka membelanya; dengan harapan bisa lebih diterima oleh kaum muslimin yang memeluk madzhab Syafi'i pada khususnya, dan juga tentunya bagi seluruh kaum muslimin pada umumnya.

Bagi para pembaca yang berkeinginan untuk mendalami lebih lanjut seputar pembahasan ini, silahkan merujuk kepada beberapa referensi yang lebih luas, antara lain: "Manhaj al-Imam asy-Syafi'i rahimahullah fi Itsbat al-'Aqidah" (Metode Imam Syafi'i rahimahullah dalam menetapkan akidah), disertasi yang diajukan syeikh kami Dr. Muhammad bin Abdul Wahab al-'Aqil di jurusan aqidah Universitas Islam Madinah, dan kitab "Juhud asy-Syafi'iyah fi Taqrir Tauhid al-'Ibadah" (Jasa para ulama madzhab Syafi'i dalam menetapkan tauhid ibadah), disertasi yang diajukan Syeikh. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-'Anqary di jurusan aqidah Universitas Ummul Qura' Mekah.

Semoga tulisan yang ringkas ini bermanfa'at bagi kami dan bagi kaum muslimin, dan semoga Allah menjadikannya amalan yang ikhlas, lalu menjadi penambah timbangan kebaikan penulis, para pembaca dan seluruh pihak yang berpartisipasi dalam mewujudkan risalah ini dan menyebarkannya. Tegur sapa membangun dari para pembaca yang budiman sangat kami tunggu.

Wa aakhiru da'waana anil hamdu lillahi rabbil 'alamin, wa shallallahu 'ala nabiyyina muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.

Kota Nabi (, 9 Muharram 1426 H

Abdullah Zaen

(

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Penerbit

1

Muqaddimah

2

Daftar Isi

4

Para Ulama Madzhab Syafi'i yang Perkataan Mereka kami Nukil dalam

Risalah Ini

5

Bab Pertama: Referensi Utama Imam Syafi'i dan Para Pengikutnya

dalam Masalah Aqidah

8

Bab Kedua: Definisi Tauhid dan Pembagiannya

11

Definisi Tauhid

11

Pembagian Tauhid

15

Tauhid Rububiyah

17

Tauhid Uluhiyah

19

Tauhid al-Asma' wa ash-Shifat

22

Bab Ketiga: Noda-Noda yang Mengotori Tauhid atau

Menghancurkannya

26

1. Berdo'a atau memohon kepada selain Allah (

28

2. Berqurban (menyembelih sembelihan) untuk selain Allah

31

3. Sihir dan perdukunan

32

4. Ngalap berkah (tabarruk) yang terlarang

34

5. Membangun bangunan di atas kuburan

38

6. Keyakinan bahwasanya Allah ada di mana-mana

42

Penutup

45

Daftar Pustaka

47

(

PARA IMAM MADZHAB SYAFI'I

YANG PERKATAAN MEREKA KAMI NUKIL DALAM RISALAH INI:

1. Muhammad bin Idris al-Qurasy asy-Syafi'i (150-204 H).

2. Ismail bin Yahya al-Muzany (175-264 H).

3. Ar-Rabi' bin Sulaiman al-Murady Abu Muhammad (174-270 H).

4. Utsman bin Sa'id ad-Darimy (200-280 H).

5. Muhammad bin Nashr al-Marwazy (202-294 H).

6. Muhammad bin Ishaq ibnu Khuzaimah (223-311 H).

7. Ali bin Isma'il Abul Hasan al-Asy'ary (260-324 H).

8. Muhammad bin Ahmad al-Azhary (282-370 H).

9. Muhammad ibnu Hibban al-Busty (270-354 H).

10. Muhammad bin al-Husain al-Ajurry (280-360 H).

11. Hamd bin Muhammad al-Khaththaby (319-388 H).

12. Al-Husain bin al-Hasan al-Halimy (338-403 H).

13. Ahmad bin Muhammad Ibnu al-Mahamily (368-415 H).

14. Isma'il bin Abdurrahman ash-Shabuny (373-449 H).

15. Ali bin Muhammad Abu al-Hasan al-Mawardy (364-450 H).

16. Ahmad bin al-Husain al-Baihaqy (384-458 H).

17. Ibrahim bin Ali asy-Syairazy (393-476 H).

18. Manshur bin Muhammad Abu al-Mudzafar as-Sam'any (426-489 H).

19. Muhammad bin Muhammad Abu Hamid al-Ghazaly (450-505 H).

20. Al-Husain bin Mas'ud al-Baghawy (436-510 H).

21. Isma'il bin Muhammad, Abu al-Qasim at-Taimy (457-535 H).

22. Muhammad bin Umar Abu Musa al-Madiny (501-581 H).

23. Al-Mubarak bin Muhammad Abu as-Sa'adat Ibnu al-Atsir (544-606 H).

24. Muhammad bin Umar Fakhruddin ar-Razy (544-606 H).

25. Abdul Karim bin Muhammad ar-Rafi'i (557-623 H).

26. Yahya bin Syaraf an-Nawawy (631-676 H).

27. Abdullah bin Umar al-Baidhawy (w 685 H).

28. Muhammad bin Ahmad adz-Dzahaby (673-748 H).

29. Abdul Aziz bin Muhammad 'Izzuddin Ibnu Jama'ah (694-767 H).

30. Ismail bin Umar ibnu Katsir ad-Dimasyqy (701-774 H).

31. Muhammad bin Bahadur Badruddin az-Zarkasyi (745-794 H).

32. Ahmad bin Ali al-Maqrizy al-Mishry (766-845 H).

33. Ahmad bin Ali Ibnu Hajar al-'Asqalany (773-852 H).

34. Ali bin Abdullah Nuruddin as-Samhudy (844-911 H).

35. Abdurrahman bin Abi Bakr Jalaluddin as-Suyuthy (849-911 H).

36. Ahmad bin Muhammad Ibnu Hajar al-Haitamy (909-974 H).

37. Muhammad bin Muhammad asy-Syarbiny al-Khatib (w 977 H).

38. Ali bin Muhammad as-Suwaidy (1170-1237 H).

39. Ahmad ibnu Hajar al-Buthamy Aal Bin'aly (1335-1423).

(

Bab Pertama

REFERENSI UTAMA IMAM SYAFI'I DAN PARA PENGIKUTNYA

DALAM MENETAPKAN TAUHID

Sebagaimana sikap para ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang lain, Imam Syafi'i dan para imam madzhabnya menjad