paisbanyuwangi.files.wordpress.com file · Web viewBAB II. KONSEP PEMBIASAAN. AKHLAK MULIA....

of 31 /31
BAB II KONSEP PEMBIASAAN AKHLAK MULIA A. Pengertian 1. Pembiasaan Istilah pembiasaan berasal dari kata dasar biasa yang artinya lazim; umum; seperti sediakala (sebagai yang sudah-sudah); sudah merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari (KBBI, 2008: 186). Sesuatu yang lazim dilakukan dengan terus menerus dan berulang- ulang secara konsisten maka akan menjadi terbiasa. Kegiatan seperti ini dapat dikatakan sebagai proses pembiasaan. Pembiasaan yang dimaksud dalam buku panduan ini adalah kegiatan ekstrakurikuler dan program kerja pendidikan agama Islam yang dilakukan oleh sekolah untuk mengkondisikan, mengembangkan karakter mulia peserta didik melalui penanaman, dan pengamalan nilai-nilai ajaran agama Islam dalam kehidupan keseharian. Dalam proses pendidikan, pembiasaan juga dimaksudkan agar peserta didik di sekolah, di rumah, dan di masyarakat terbiasa melakukan perilaku positif yang bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain. Dalam kaitan ini, sekolah harus memasyarakatkan, menanamkan, membangun nilai dan kebiasaan positif yang bermanfaat bagi kehidupan peserta didik kelak di masyarakat. Misalnya, dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam, sekolah perlu terus menerus dan konsisten membangun kebiasaan 5

Embed Size (px)

Transcript of paisbanyuwangi.files.wordpress.com file · Web viewBAB II. KONSEP PEMBIASAAN. AKHLAK MULIA....

BAB II

KONSEP PEMBIASAAN

AKHLAK MULIA

A. Pengertian

1. Pembiasaan

Istilah pembiasaan berasal dari kata dasar biasa yang artinya lazim; umum; seperti sediakala (sebagai yang sudah-sudah); sudah merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari (KBBI, 2008: 186). Sesuatu yang lazim dilakukan dengan terus menerus dan berulang-ulang secara konsisten maka akan menjadi terbiasa. Kegiatan seperti ini dapat dikatakan sebagai proses pembiasaan.

Pembiasaan yang dimaksud dalam buku panduan ini adalah kegiatan ekstrakurikuler dan program kerja pendidikan agama Islam yang dilakukan oleh sekolah untuk mengkondisikan, mengembangkan karakter mulia peserta didik melalui penanaman, dan pengamalan nilai-nilai ajaran agama Islam dalam kehidupan keseharian.

Dalam proses pendidikan, pembiasaan juga dimaksudkan agar peserta didik di sekolah, di rumah, dan di masyarakat terbiasa melakukan perilaku positif yang bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain. Dalam kaitan ini, sekolah harus memasyarakatkan, menanamkan, membangun nilai dan kebiasaan positif yang bermanfaat bagi kehidupan peserta didik kelak di masyarakat. Misalnya, dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam, sekolah perlu terus menerus dan konsisten membangun kebiasaan positif seperti terbiasa melakukan ibadah wajib maupun sunah, terbiasa menjaga kebersihan lingkungan sekolah, berpakaian rapi, sopan, menutup aurat, selalu menjaga amanah, jujur, saling tolong-menolong, berbuat baik dengan sesama, dan sebagainya. Dengan kata lain sekolah harus mampu menciptakan budaya Islami (Islamic culture) sebagai kerangka mewujudkan akhlak mulia peserta didik.

2. Akhlak Mulia

Akhlak adalah jamak dari khuluq yang berarti adat kebiasaan (al-adat), perangai, tabiat (al-sajiyyat), watak (al-thab), adab/sopan santun (al-muruat). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 27), akhlak diartikan dengan budi pekerti, kelakuan. Sedangkan menurut Prof. Dr. Suwito, akhlak adalah semua perbuatan yang lahir atas dorongan jiwa berupa perbuatan baik atau buruk.

Dengan kata lain akhlak merupaan suatu sifat yang tertanam kuat dalam jiwa seseorang yang tampak dalam perbuatan lahiriyah yang dilakukan dengan mudah dan sudah menjadi kebiasaan. Dari pernyataan tersebut akhlak, etika, moral, atau budi pekerti ada yang baik/mulia dan buruk/hina. Dalam pembahasan ini fokusnya adalah akhlak mulia. Akhlak mulia merupakan perbuatan yang baik dan terpuji secara akal, perasaan maupun menurut norma agama Islam yang mengandung nilai positif berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, serta lingkungan.

B. Tujuan dan Fungsi Pembiasaan

1. Tujuan Pembahasan

Pembahasan akhlak mulia bukan merupakan pembelajaran yang harus diberikan dalam bentuk tatap muka di dalam kelas, melainkan sebagai pembiasaan yang bertujuan untuk membentuk karakter dan kepribadian peserta didik SMA/SMK agar menjadi seorang muslim yang beriman, bertaqwa, taat beribadah, dan berakhlak mulia. Selain itu pembiasaan akhlak mulia juga bertujuan untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi terwujudnya kultur sekolah yang Islami. Kegiatan pembiasaan akhlak mulia dilaksanakan secara terintegrasi selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Melalui kegiatan pembiasaan akhlak mulia bertujuan membentuk peserta didik yang terbiasa mengamalkan akhlak mulia berdasarkan norma-norma ajaran agama Islam yang rahmatan lilalamiin.

2. Fungsi Pembiasaan

Seseorang yang terbiasa mengamalkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari senantiasa akan memperoleh ketenangan dan ketentraman jiwa karena ia akan merasa ada kedekatan dengan Allah Swt. dan manusia lainnya. Orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan selalu berhubungan baik dengan orang lain akan membawa pada ketentraman jiwa karena kebutuhan jiwanya dapat terpenuhi. Orang yang selalu dekat dengan Allah Swt. dan memiliki hubungan baik dengan orang lain akan selalu terhindar dari perbuatan buruk dan keyakinannya akan menjadi kontrol terhadap perilaku negatif.

Di dalam kehidupan sosial pembiasaan akhlak mulia membawa pengaruh positif pada kehidupan sosial. Apabila seluruh anggota masyarakat terbiasa mengamalkan akhlak mulia, maka akan terbentuk masyarakat yang baik. Kesalehan pribadi akan membentuk kesalehan sosial yang mereduksi segala bentuk perilaku negatif. Dengan demikian maka kegiatan pembiasaan akhlak mulia memiliki fungsi melatih peserta didik terbiasa berbuat baik dan terhindar untuk melakukan hal-hal yang tidak baik.

C. Bentuk Akhlak Mulia

1. Akhlak Terhadap Allah Swt.

Akhlak mulia terhadap Allah Swt. bentuknya dapat bermacam-macam, antara lain:

a. berpegang teguh kepada agama Islam;

b. beribadah;

c. berdoa; dan

d. berdzikir, dan lain-lain

1) Berpegang Teguh kepada Agama Allah Swt.

Berpegang teguh kepada agama Allah Swt. merupakan suatu perintah yang amat fundamental. Hal ini dapat dijelaskan karena manusia dalam kehidupannya memerlukan pegangan yang berupa tatanan nilai, yaitu suatu sistem yang mengatur bagaimana ia harus menjalin hubungan dengan Allah Swt., sesama manusia, dan lingkungan hidupnya.

Agama Islam diyakini mampu mengangkat harkat dan martabat manusia serta menjadikannya sebagai makhluk Allah Swt. yang memiliki keutamaan dibanding makhluk lainnya. Agama Islam menjadi kebutuhan yang mendasar bagi manusia. Menjalin hubungan dengan Allah Swt. dengan cara mematuhi ajaran-Nya dan menjauhi larangan-Nya pada hakekatnya untuk kepentingan manusia itu sendiri dalam rangka terwujudnya suasana kehidupan yang beradab dan bermartabat serta tidak jatuh kepada kehidupan yang nista.

2) Beribadah

Beribadah kepada Allah Swt. merupakan salah satu bentuk pengabdian seorang hamba kepada sang pencipta. Pengabdian berarti penyerahan diri dan kepatuhan secara totalitas lahir dan bathin kepada Allah Swt. Pengabdian yang totalitas dilakukan dengan penuh kesadaran yang didasari oleh pemahaman yang benar terhadap ajaran Islam.

Dalam beribadah ada aturan, cara, dan batasan tersendiri seperti; shalat, puasa, zakat, dan haji. Ibadah seperti ini disebut ibadah mahdhah. Ada pula ibadah yang tidak ditetapkan aturan, ukuran, dan tata caranya seperti; menolong orang yang dalam kesusahan, terkena musibah, fakir, miskin, dan sebagainnya. Ibadah yang seperti ini disebut ibadah ghoiru mahdhah. Ibadah model kedua ini waktu, cara, dan kadarnya diserahkan kepada kesanggupan manusia. Seluruh ibadah tersebut harus didasarkan semata-mata karena Allah Swt.

3) Berdoa

Berdoa merupakan salah satu cara menjalin hubungan dengan Allah Swt. berdoa sebagai tanda bahwa manusia, selain memiliki kelebihan, namun masih banyak hal di luar batas kemampuannya. Ketika sedang berdoa kepada Allah Swt. perlu disertai dengan adab berdoa yang benar. Melalui berdoa yang khusuk dapat mewujudkan kebahagiaan pada manusia itu sendiri. Dalam arti kata manfaat menjalin hubungan melalui berdoa dapat mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup umat manusia.

4) Berdzikir

Dalam menjalin hubungan dengan Allah Swt. dapat juga dilakukan melalui dzikir atau mengingat Allah Swt. dengan menyebut nama-namaNya yang baik. Dzikir biasanya dilakukan setelah menunaikan shalat, ketika melihat kekuasaan dan keagungan Allah Swt. atau dalam keadaan khusus ingin mendapatkan ketenangan dan ketentraman jiwa. Biasanya orang yang berdzikir menyebut nama-nama Allah Swt. seperti dengan kata-kata : Subhanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (Segala Puji bagi Allah), Laailahaillallah (Tiada Tuhan selain Allah), Allahu Akbar (Allah Maha Besar), dan sebagaimananya. Ucapan tersebut akan lebih bermakna apabila dipahami artinya, dirasakan, dan dihayati maknanya, serta dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dzikir bermanfaat dalam kehidupan manusia, yaitu agar manusia dapat menghidupkan mental spiritual serta akhlak mulia. Hal ini penting dalam upaya menopang keberhasilan hidupnya. Dengan demikian, manfaat menjalin hubungan antar manusia dengan Allah Swt. melalui dzikir itu adalah untuk kebahagiaan, ketenangan dan keberhasilan manusia sendiri, bukan untuk kepentingan Allah Swt.

2. Akhlak Terhadap Sesama Manusia

Akhlak mulia terhadap sesama manusia memiliki cakupan yang sangat luas sesuai dengan kedudukan dan peran masing-masing. Model pembiasaan akhlak mulia antar sesama manusia dapat dilakukan dalam bentuk hubungan keluarga, antar teman, pergaulan di sekolah, tetangga, dan masyarakat.

a. Akhlak Mulia dalam Keluarga

Allah Swt. menciptakan manusia dalam keadaan berpasang-pasangan dan memiliki hasrat untuk menjalin hubungan dengan akrab. Masing-masing pihak dapat saling menolong, saling mencintai, dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka dibentuklah keluarga melalui proses pernikahan sebagai sarana untuk lebih mengeratkan jalinan tersebut serta untuk mendapatkan keturunan. Islam memberikan petunjuk dan arahan yang jelas tentang pentingnya menjalin hubungan dalam rumah tangga.

Tujuan hidup berkeluarga adalah untuk mewujudkan kehidupan yang sakinah, mawadah, wa rahmah (ketenangan, cinta, dan kasih sayang). Ketenangan dapat diraih jika satu dengan lainnya saling mencintai dan menyayangi serta saling membantu yang dilandasi sikap saling menghargai dan menutupi kekurangan pasangannya. Hal tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari ibadah kepada Allah Swt., sehingga dalam pelaksanaannya tidak akan menjadi beban, tetapi karena panggilan Allah Swt. Firman Allah Swt. yang artinya : Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-Ruum/30; 21).

Dalam keluarga, biasanya terdapat struktur yang di dalamnya di atur tata cara hubungan antar anggota keluarga. Misalnya, seorang anak harus patuh dan menghormati orangtua. Orangtua pun bertanggung jawab dalam kehidupan dan penghidupan anak-anaknya, seperti memberi makan, pakaian dan tempat tinggal. Juga memberikan pendidikan, bimbingan, kasih sayang, pengawasan, pengalaman, rekreasi, dan sebagainya. Pelaksanaan semua hak dan kewajiban tersebut hanya dapat berjalan dengan baik apabila masing-masing anggota dalam keluarga menyadari hak dan kewajibannya.

b. Akhlak Mulia di Sekolah

Sekolah merupakan lingkungan tempat berinteraksi dan bersosialisasi antara teman sebaya. Peran serta sekolah sangat strategis dalam mewujudkan hubungan harmonis antara peserta didik yang memiliki kesamaan usia. Mereka saling berkomunikasi, membantu, dan berbagi satu dengan yang lain. Tanggung jawab sekolah dalam proses pendidikan khususnya pendidikan yang bermuara pada akhlak mulia memiliki kesamaan dengan tanggung jawab keluarga. Dalam lingkungan sekolah terdapat struktur yang menyerupai rumah tangga. Di sekolah terdapat kepala sekolah yang berfungsi sebagai seorang kepala keluarga di rumah dan bertanggung jawab penuh terhadap segala kondisi di sekolah. Dalam situasi tertentu guru dapat berperan sebagai seorang orang tua yang kehadirannya dapat melahirkan berbagai pengetahuan, penghayatan, pengalaman, dan pengamalan dari nilai-nilai yang terkandung dalam setiap mata pelajaran yang diajarkan di kelas. Alhasil, peserta didik di sekolah memperoleh sesuatu yang baru dalam kehidupannya.

Akhlak mulia yang dapat diterapkan dan dibiasakan di SMA/SMK oleh peserta didik adalah berupa menghormati kepala sekolah, guru, pegawai sekolah dan teman-temannya. Selain itu, memilih teman yang baik, menuntut ilmu dengan ikhlas dan senang hati, belajar dengan bersungguh-sungguh, tidak bermalas-malasan, mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan baik, mentaati tata tertib dan peraturan sekolah juga merupakan pembiasaan akhlak mulia di sekolah.

c. Akhlak Mulia dengan Tetangga

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering meminta bantuan tetangga, seperti ketika ada musibah, keperluan hajatan, tasyakuran dan lain-lain. Dalam situasi tersebut, biasanya tetanggalah yang lebih dulu datang untuk membantu mengatasi kesulitan, sebelum keluarga sendiri menolongnya. Untuk terciptanya saling menolong itu, maka perlu di jaga hubungan yang baik dan harmonis dengan tetangga. Hal ini antara lain dapat dilakukan dengan cara tolong menolong, tenggang rasa, saling menghargai, menghormati, memberi, dan menerima.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Bazzar, Rasulullah Saw. bersabda yang artinya : Belum sempurna iman seseorang kepadaku, yaitu orang yang senantiasa dalam keadaan kenyang padahal tetangganya menderita kelaparan, dan ia tahu tentang keadaan tetangganya itu (HR. Ibnu Bazzar).

Dari hadits tersebut mengajarkan kepada umat Islam untuk memiliki rasa simpati dan empati terhadap tetangga. Bentuk perilaku berbuat baik kepada tetangga yang sederhana adalah seseorang tidak saling mengganggu. Apabila tetangga sedang sakit atau mendapat musibah, kita hendaknya memperlihatkan sikap berduka cita dan membantu meringankannya. Tidak saling mengejek, memamerkan kekayaan, saling memperbincangkan hal yang negatif satu dengan lainnya serta tidak membuat susah tetangga.

3. Akhlak Terhadap Diri Sendiri

Akhlak mulia terhadap diri sendiri adalah bagaimana seseorang dapat menjaga diri dan seluruh anggota badannya agar melakukan segala hal yang diperintahkan oleh Allah Swt. dan menjauhi perbuatan yang dilarang, serta tidak melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri. Bentuk akhlak terhadap diri sendiri, diantaranya menjaga diri dari segala hal yang membahayakan fisik maupun mental. Contoh lain adalah menjaga kebersihan, kesehatan, kebugaran, keindahan anggota badan dengan menggunakan sesuatu yang dapat menimbulkan kenyamanan pada diri kita dan orang lain.

Perkataan yang menyejukkan hati, jujur, bersikap adil dan bijaksana, serta mengetahui situasi dan kondisi ketika berbicara dengan orang lain akan dapat menjadikan diri kita lebih disukai oleh orang lain. Begitu juga menjalin hubungan baik dengan orang lain, selalu berusaha mengerti akan hak orang lain, tidak menyakiti dan menyinggung perasaan orang lain yang diajak berbicara. Apabila hal-hal tersebut dilaksanakan maka dampaknya akan dirasakan oleh diri kita sendiri, baik secara langsung maupun tidak langsung.

4. Akhlak Terhadap Lingkungan Sekitar

Allah Swt. menciptakan alam ini sebagai sumber potensi bagi kehidupan manusia. Air, tanah, tumbuhan, dan hewan serta semesta jagat raya ini adalah komponen lingkungan hidup manusia. Manusia dapat mengubah alam menjadi sumber kehidupan yang positif dan bermanfaat. Begitu juga sebaliknya manusia dapat mengubah alam menjadi kehidupan yang negatif dan membahayakan. Hal yang bermanfaat akan membawa manusia kepada kebahagiaan, kesejahteraan, dan kemuliaan, sedangkan dampak negatifnya dapat menyebabkan kahancuran bagi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Manusia serta makhluk hidup yang ada di alam ini tentunya ingin menjadikan lingkungan sekitar sebagai tempat untuk hidup, berkembang biak, mencari penghidupan serta sebagai tempat tinggal. Untuk itu, perlu dijalin hubungan yang harmonis antara manusia dan lingkungan alam ini. Upaya-upaya dalam menjalin hubungan yang harmonis dalam lingkungan dapat dilakukan dengan cara:

a. memberi tempat yang wajar kepada makhluk yang ada di sekitarnya.

b. tidak melakukan pengrusakan atau mengeksploitasinya di luar batas kesanggupan alam tersebut.

c. tidak berlebihan, boros, dan tamak dalam memanfaatkan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

d. selalu memelihara keseimbangan ekosistem alam.

Ada beberapa cara yang perlu kita lakukan dan kita biasakan dalam menjalin hubungan dengan alam sekitar serta memperlakukannya secara wajar, seperti terhadap air, tanah, tumbuh-tumbuhan, binatang, dan udara.

Air sebagai sumber kehidupan memiliki manfaat yang luar biasa. Kita akan menemui kesulitan hidup apabila kekurangan air. Kekeringan yang panjang dan sumber air yang berkurang akan menjadikan kita hidup tidak nyaman. Begitu pula apabila air melimpah dan nelebihi kadar kebutuhan kita maka kita pun kan menderita. Hujan yang turun terus menerus, sungai yang meluap akan menggenangi lingkungan kita dan terjadilah banjir. Situasi ini terjadi karena ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.

Berakhlak mulia terhadap air dapat dilakukan dengan cara selalu menjaga mutu air agar senantiasa bersih dengan tidak membuang kotoran, sampah, racun, dan sebagainya, serta tidak membuang air tanpa ada keperluan. Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan cara menyediakan tempat-tempat air yang terjaga kebersihannya. Dengan cara demikian air akan memberikan manfaat kepada manusia.

Dalam berbuat baik terhadap tanah dapat dilakukan antaralain dengan cara menggunakan tanah tersebut sesuai dengan fungsinya. Jangan dibiarkan ia terlantar, tanami dengan tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat dan selalu menjaga kesuburannya. Berbuat baik terhadap tumbuhan-tumbuhan dapat dilakukan dengan cara merawatnya dengan penuh ketelitian, menyiramnya dengan air, memberinya pupuk, memberikan sinar matahari dan udara yang cukup, tidak memotongnya atau menebangnya tanpa ada keperluan. Tidak membiarkan ia tumbuh tanpa terpelihara atau dirawat dengan baik.

Berbuat baik terhadap binatang dapat dilakukan antara lain dengan cara memelihara dan merawatnya dengan baik, menyediakan kandang, memberi makan dan minum dengan cukup, menyembelihnya dengan pisau yang tajam, dan tidak membiarkan dia mati kelaparan atau hidup berkeliaran. Jangan membunuh bila tidak membahayakan.

Adapun berbuat baik terhadap udara antara lai dapat dilakukan dengan cara tidak mencemarinya dengan asap beracun, menanami tumbuh-tumbuhan agar udara tetap sejuk, segar, dan nyaman. Dengan melakukan hal-hal tersebut, maka akan tetap terpelihara keharmonisan dan keindahannya sehingga memberikan manfaat kepada manusia.

D. Materi Pembiasaan Akhlak Mulia

Materi akhlak mulia yang dapat dilatihkan dan dibiasakan kepada peserta didik SMA/SMK diantaranya sebagai berikut:

1. Akhlak mulia ketika masuk masjid

a. Adab masuk masjid

Ketika masuk ke dalam masjid hendaknya

1) Membaca asma Allah ( Bismillahirrahmaanirraahiim )

2) Membaca doa: Allahummaftahlii abwaaba rahmatika (Ya Allah bukalah pintu rahmat-Mu)

3) Mendahulukan kaki kanan

4) Masuk dengan tenang, dan tertib.

b. Adab dalam masjid

Ketika di dalam masjid hendaknya:

1) Diutamakan shalat tahiyyatul masjid 2 rakaat untuk menghormati masjid sebelum duduk

2) Senantiasa bershalawat dan berdzikir saat menunggu shalat

3) Berdoa dan shalat sunat dengan penuh kesungguhan dan kehusyukan

4) menjaga ketenangan, ketertiban, kerapihan, kebersihan, dan masjid

c. Adab keluar masjid

Ketika keluar masjid hendaknya:

1) Membaca doa : Allahumma inni asaluka min fadhlika (Ya Allah Aku memohon karunia-Mu )

2) Mendahulukan kaki kiri

3) Keluar dengan tenang dan tertib

2. Akhlak mulia ketika membaca Al-Quran

Ketika membaca Al-Quran sebaiknya:

a. Berwudlu sebelum membaca Al-Quran

b. Membaca taawudz dan basmallah

c. Tempatkan Al-Quran dengan layak

d. Bacalah Al-Quran dengan suara yang jelas

e. Bacalah Al-Quran dengan tartil

f. Simpan kembali Al-Quran di tempatnya

3. Akhlak mulia ketika berdoa

Ketika berdoa hendaknya:

a. Hendaknya dalam keadaan suci dari hadats kecil dan hadats besar

b. Menghadap ke arah kiblat

c. Berdoalah dengan khusyuk

d. Angkatlah kedua tangan

e. Berprasangka baik kepada Allah Swt. dibarengi dengan keyakinan akan dikabul.

4. Akhlak mulia ketika mendapat nikmat

Ketika mendapat nikmat hendaknya:

a. Bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah

b. Meningkatkan ketakwaan dan keimanan

c. Berbagi nikmat dengan orang lain

d. Tidak sombong

e. Berdoa agar nikmatnya menjadi berkah

5. Akhlak mulia ketika mendapat musibah

Ketika mendapat musibah hendaknya:

a. Mengucapkan Innalillahi wa inna ilaihi rajiun (sesungguhnya kami milik Allah dan akan kembali kepada-Nya)

b. Mengambil hikmah atau manfaat dari kejadian tersebut

c. Tidak berburuk sangka kepada Allah Swt.

d. Mendoakan para korban yang mengalami musibah

e. Berdoa semoga kejadian (musibah) itu tidak terulang kembali

6. Akhlak mulia kepada orang tua

Terhadap orangtua (Ibu dan Bapak) kita harus:

a. Menghormati dan menyayangi dengan sepenuh hati

b. Membantu keduanya

c. Tidak berkata keras, kotor, dan tidak sopan kepada keduanya

d. Menuruti perintah dan nasihat keduanya

e. Tidak membuat kesal atau marah

f. Senantiasa mendoakan keduanya

g. Memohon doa restu melalui mencium tangan orang tua

7. Akhlak mulia kepada teman

Ketika bergaul dengan teman kita harus:

a. Menyayangi mereka

b. Memberikan contoh yang baik

c. Tidak berkata keras, kotor, dan tidak sopan pada mereka

d. Saling membantu dan bekerja sama dalam kebaikan

e. Tidak saling menyakiti dan menghina

f. Menghindari perkelahian atau pertengkaran

g. Melerai / memisahkan teman yang bertengkar atau berkelahi.

8. Akhlak mulia kepada guru

Terhadap guru kita harus:

a. Menghormati dan menyayangi

b. Tidak berkata keras, kotor, dan tidak sopan kepadanya

c. Menuruti perintah dan nasihatnya

d. Tidak membuat kesal atau marah

e. Senantiasa mendoakannya

9. Akhlak mulia ketika masuk rumah atau kelas

a. Adab masuk rumah

Sebelum masuk rumah hendaknya:

1) Mengucapkan salam (Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh)

2) Mengetuk pintu maksimal tiga kali (bila dibutuhkan)

3) Membaca doa: Allahumma inni as aluka khairul maulaji wa khairul makhraji Bismillahi walajna wa khairul makhroji. Bismillahi walajna wabismillahi kharajna wa ala Rabbina tawakkalna (Ya Allah aku memohon kepada-Mu sebaik-baik tempat masuk dan tempat keluar. Dengan nama Allah kami masuk dengan Nama Allah kami keluar serta kepada Allah kami bertawakal)

4) Mendahulukan kaki kanan

5) Masuk dengan tenang, tertib dan rapih

b. Adab masuk kelas

Sebelum masuk kelas hendaknya:

1) Mengucapkan salam (Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh)

2) Mengetuk pintu maksimal tiga kali (bila dibutuhkan)

3) Membaca doa: Allahumma inni as aluka khairul maulaji wa khairul makhraji Bismillahi walajna wa khairul makhroji. Bismillahi walajna wabismillahi kharajna wa ala Rabbina tawakkalna (Ya Allah aku memohon kepada-Mu sebaik-baik tempat masuk dan tempat keluar. Dengan nama Allah kami masuk dengan Nama Allah kami keluar serta kepada Allah kami bertawakal)

4) Mendahulukan kaki kanan

5) Masuk dengan tenang, tertib dan berpakaian rapih

c. Ketika di dalam rumah

Didalam rumah hendaknya:

1) Menjaga ketenangan , ketertiban, kebersihan , keindahan dan kerapihan rumah

2) Tidak merusak dan mengotori isi rumah.

3) Menjadikan rumah sebagai tempat berteduh yang baik

d. Didalam kelas hendaknya:

1) Menjaga ketenangan , ketertiban, kebersihan , keindahan dan kerapihan kelas

2) Tidak merusak dan mengotori isi kelas

3) Menjadikan kelas sebagai tempat untuk menimba ilmu

e. Ketika keluar rumah atau kelas

1) Meminta izin kepada bapak/ibu guru bila ada dikelas

2) Meminta izin kepada ayah/ibu atau wali bila ada dirumah.

3) Membaca doa : Bismillahi tawakaltu alllahi laa haula wala quwwata illa billah (Dengan nama Allah aku bertawakal kepada-Mu, tiada daya dan kekuatan kecuali hanya milik-Mu)

4) Mengucapkan salam (Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh)

5) Mendahulukan kaki kanan ketika keluar kelas atau rumah.

6) Keluar kelas atau rumah dengan tenang, tertib dan rapih.

7) Menutup kembali pintu dengan baik (bila diperlukan)

10. Akhlak mulia ketika di kamar kecil (Toilet)

a. Adab masuk kamar kecil (toilet)

Sebelum masuk kamar kecil (toilet) hendaknya:

1) Membaca doa: Allahumma ini audzubika minal khubutsi wal khabaitsi (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan laki-laki dan perempuan)

2) Mengetuk pintu terlebih dahulu (bila diperlukan)

3) Mendahulukan kaki kiri.

4) Masuk dengan tenang, tertib dan rapi.

5) Tidak membawa al Quran atau barang yang bertuliskan lafaz Allah Swt.

6) Meletakan barang diluar kamar kecil jika diperlukan.

b. Adab didalam kamar kecil (toilet)

Ketika di dalam kamar kecil (toilet) hendaknya:

1) Menutup pintu

2) Menjaga ketenangan dan ketertiban (tidak bernyanyi-nyanyi, bersiul dan berkelakar)

3) Menjaga kebersihan badan dan pakaian.

4) Ketika buang air (besar/kecil) tidak mengahap kiblat.

5) Istinja dengan bersih menggunakan tangan kiri (tangan kanan memegang gayung)

6) Menyiram toilet setelah digunakan sebersih mungkin.

c. Adab keluar kamar kecil

Ketika keluar kamar kecil hendaknya:

1) Membaca doa : Ghufroonaka (Ya Allah ampunilah kami)

2) Mendahulukan kaki kanan

3) Menutup kembali pintu dengan rapat dan baik.

11. Akhlak mulia ketika buang air kecil/besar

Ketika buang air kecil/besar hendaknya:

a. Tidak membawa al Quran atau tulisan berlafaz Allah.

b. Membuang air kecil di air yang mengalir atau di toilet.

c. Membuang air kecil di tempat yang tertutup atau di toilet.

d. Dibiasakan dalam keadaan duduk/jongkok (tidak berdiri)

e. Menjauh dari orang lain.

f. Menjaga kebersihan dan kesucian badan, pakaian.

g. Menjaga ketenangan dan ketertiban (tidak bernyanyi, bersiul atau berkelakar)

h. Istinjak dengan bersih menggunakan tangan kiri (tangan kanan memegang gayung)

12. Akhlak Mulia ketika Berpakaian.

a. Memakai pakaian

Sebelum berpakaian hendaknya:

Memilih pakaian yang bersih dan terhindar najis.

Membaca doa: Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma inni asaluka min khoirihi wa khoiri ma huwa lahu wa audzubika min syarrihi wa syarri maa huwa lahu (Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah aku mohon kepada-Mu dari kebaikan pakaian ini dan dari kebaikan sesuatu yang ada dipakaian ini. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pakain ini dan kejahatan sesuatu ada di pakaian ini)

1) Mendahulukan bagian (tangan dan kaki) kanan

2) Memakai pakaian dengan tenang (tidak tergesa-gesa)

b. Ketika berpakaian

Ketika berpakaian hendaknya:

1) Senantiasa menjaga kebersihan, kerapihan dan kesucian pakaian

2) Menggunakan pakaian yang baik, sopan, dan menutup aurat

3) Tidak untuk kesombongan (pamer)

4) Menggunakan atribut yang lengkap (untuk seragam sekolah)

5) Tidak mencela pakaian yang digunakan oleh orang lain

13. Akhlak Mulia Sebelum dan Sesudah Tidur

a. Sebelum Tidur

Ketika tidur hendaknya:

1) Membaca Doa: Bismika Allahumma ahya wa bismika amuut (Dengan nama-Mu Ya Allah aku hidup dan mati)

2) Memohon kepada Allah agar bisa dibangunkan esok hari (agar tidak kesiangan/ agar bisa bangun malam)

3) Dibiasakan berbaring menghadap ke arah kiblat dan meletakan kedua tangan diatas pipi kanan

4) Menggunakan pakain tidur yang baik dan sesuai kondisi cuaca

5) Menggunakan ruangan lampu yang baik

6) Senantiasa menutup aurat ketika tidur

7) Bila bermimpi baik mengucapkan; Alhamdulillahirabbil alamiin

8) Bila bermimpi buruk mengucapkan; Audzubillahiminas syaithanirrajiim (sedikit meludah kearah kiri)

9) Bila tidak bisa tidur perbanyaklah bedzikir kepada Allah Swt.

b. Setelah bangun tidur

Setelah bangun tidur hendaknya:

1) Membaca doa: Alhamdulillahilladzi ahyana badama amatana wa ilaihin nusyuur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami kembali sesudah kematian dan kepada-Nyalah kami kembali)

2) Merapikan kembali tempat tidur, bantal dan selimut

3) Segera mandi dan gosok gigi

4) Segera bersiap menunaikan shalat shubuh tepat awal waktu

14. Akhlak mulia ketika bercermin

Ketika bercermin atau berhias hendaknya:

Membaca doa : Allaahumma kamaa hassanta khalqi fahassin khuluqi (Ya Allah sebagaimana Engkau telah membaguskan wajahku maka baguskanlah akhlakku )

Ketika berhias atau bersisir pergunakan tangan kanan dan dahulukan bagian yang kanan

Memakai dan mengembalikan kembali alat berhias pada tempatnya

Tidak menganggap bahwa kita paling baik ( cantik atau tampan )

Senantiasa berterima kasih (bersyukur ) kepada Allah

15. Akhlak mulia ketika berkendaraan

a. Adab ketika naik kendaraan

Sebelum naik kendaraan hendaknya:

1) Membaca doa :

a) Bila kendaraan darat

Subhanal ladzii sakhkhara lanaaa haadza wamaa kunna lahuu muqriniina wa innaa ilaa Rabbinaa lamunqalibuun (Maha suci Allah yang telah menundukkan (kendaraan) kami ini dan tidaklah kami mampu sebelumnya dan sesungguhnya kepada-Mullah kami kembali)

b) Bila berkendaraan laut atau udara

Bismillahi majreeha wamursahaa inna Robbii laghafuururrahiim (Dengan nama Allah yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku Maha Pemaaf lagi maha Pengasih)

2) Mendahulukan kaki kanan ketika melangkah naik

3) Mendahulukan kaki kiri ketika turun

4) Mendahulukan kaum perempuan, orang tua, dan anak-anak untuk naik

5) Mendahulukan naik kepada mereka yang harus didahulukan

6) Naiklah dengan hati-hati, tenang dan tertib (tidak berebut atau tergesa-gesa)

b. Adab ketika dalam kendaraan

Ketika di dalam kendaraan hendaknya :

1) Menjaga ketenangan, ketertiban dan kebersihan

2) Senantiasa mengingat Allah Swt

3) Tidak melakukan hal-hal yang membahayakan, seperti: membuang sampah di dalam kendaraan, meludah, mengeluarkan tangan, mengejek dan mengganggu pengendara lain

4) Bila kendaraan mendaki ucapkanlah Allahu Akbar

5) Bila kendaraan menurun ucapkanlah Subhanallah

6) Mengutamakan kaum perempuan, orang tua, dan anak kecil untuk mendapat duduk

c. Adab ketika turun dari kendaraan

Ketika turun dari kendaraan hendaknya:

1) Memeriksa kembali barang yang dibawa agar tidak tertinggal

2) Membaca hamdallah (Alhamdulillahirabbil alamiin)

3) Mendahulukan kaum perempuan atau anak-anak untuk turun terlebih dahulu

4) Mendahulukan turun kepada mereka yang harus didahulukan

5) Mendahulukan kaki kiri

6) Turun dengan hati-hati, tenang dan tertib (tidak berebut)

16. Akhlak mulia ketika belajar

a. Sebelum belajar

Sebelum belajar hendaknya:

1) Membaca Surah Alfatihah

2) Membaca doa : Rabbii zidnii ilman warzuqnii fahma (Ya Allah tambahilah ilmuku dan pertinggikanlah kecerdasanku), Rabbisyrahlii shadrii wayassirlii amrii wahlul uqdatamm millisaani yafqahuu qaulii (Ya Allah lapangkanlah dadaku, permudahkannlah urusanku dan mudahkanlah lisanku)

b. Ketika belajar

Ketika belajar hendaknya:

1) Memperhatikan penjelasan bapak/ibu guru dengan baik dan serius

2) Mengerjakan latihan dengan jujur dan sungguh-sungguh

3) Tidak membuat keributan

4) Bertanya kepada bapak/ibu guru apabila belum jelas (mengangkat tangan kanan terlebih dahulu)

5) Belajar dengan semangat dan gembira

6) Menjaga kerapian meja, kursi, karpet, buku dan alat tulis

c. Sesudah belajar

Sesudah belajar hendaknya:

1) Merapikan kembali semua meja, bangku, alat tulis dan mengembalikan pada tempatnya

2) Membaca surat Al Ashri atau surat lainnya

3) Membaca doa: Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika (Maha Suci Engkau Ya Allah, bagi-Mu segala puji aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Engkau aku memohon ampun dan taubat kepada-Mu)

17. Akhlak mulia ketika bersin

Ketika bersin hendaknya:

a. Bagi orang yang bersin agar menutup mulut dengan kedua tangan atau sapu tangan

b. Tidak mengeraskan suara (memainkan suara)

c. Tidak menghadap orang lain

d. Dibiasakan menjauh dari orang lain

e. Bagi yang bersin mengucapkan Alhamdulillah (segala puji bagi Allah )

f. Bagi yang mendengar mengucapkan: Yarhamukallah (semoga Allah menyayangimu) apabila yang bersin laki-laki dan mengucapkan Yarhamukillah (semoga Allah menyayangimu) apabila yang bersin perempuan

g. Bagi yang bersin kembali mengucapkan: Yahdikumullah (semoga Allah memeberi petunjuk kepadamu)

18. Akhlak mulia ketika menguap

Ketika menguap hendaknya:

a. Menutup mulut dengan kedua tangan atau sapu tangan

b. Tidak mengeraskan suara (memainkan suara)

c. Tidak menghadap orang lain

d. Dibiasakan menjauh dari orang lain

19. Akhlak mulia ketika sendawa

Ketika sendawa hendaknya:

a. Membaca doa Alhamdulillah

b. Dibiasakan tidak memainkan suara

20. Akhlak mulia ketika meludah

Ketika meludah hendaknya:

a. Tidak meludah di sembarang tempat

b. Tidak menghadap ke arah kiblat

c. Tidak meludah di depan orang lain

d. Dibiasakan menjauh dari orang lain

e. Meludahlah di air yang mengalir (menyiramnya setelah meludah)

21. Akhlak mulia ketika berbelanja

Ketika membeli atau berbelanja sesuatu (barang) hendaknya:

a. Mengucapkan salam terlebih dahulu

b. Meminta izin untuk melihat dan memilih barang dengan tidak merusaknya.

c. Memilih dan menawar barang dengan sopan dan cara yang baik

d. Membayar sesuai dengan harga yang disepakati dilanjutkan dengan ucapan ijab qabul

e. Mengucapkan terima kasih dan salam

22. Akhlak Mulia ketika melihat kejadian alam

Ketika melihat kejadian alam seperti: badai, banjir, gempa bumi dsb hendaknya:

a. Mengucapkan Innalillahi wa inna ilaihi rajiun (sesungguhnya kami milik Allah dan akan kembali kepada-Nya)

b. Mengambil hikmah atau manfaat dari kejadian tersebut

c. Tidak suudzan kepada Allah

d. Mendoakan para korban yang mengalami musibah dan membantu materi semampunya.

e. Berdoa semoga kejadian (musibah) itu tidak terulang kembali

23. Akhlak mulia ketika melihat keindahan alam

Ketika melihat keindahan alam hendaknya:

a. Mengucapkan Subhanallah (Maha suci Allah) atau Masyaallah (sesuai kehendak Allah)

b. Menjadikan rasa syukur kita kepada Allah semakin bertambah

c. Meyakini bahwa keindahan itu adalah ciptaan Allah

24. Adab kepada hewan

Terhadap hewan kita hendaknya:

a. Merawat dan melindunginya (tidak menyakitinya)

b. Memberi makan secukupnya dengan makanan yang baik

c. Tidak menyiksa dan membunuhnya (kecuali hewan tertentu)

25. Adab kepada tumbuhan

Terhadap tumbuhan kita hendaknya

a. Memelihara dan menjaganya (tidak memetiknya tanpa keperluan)

b. Merawat dan merapihkan tumbuhan (tanaman) hias secara teratur

c. Merasakan bahwa tumbuhan adalah bagian dari hidup kita

26. Akhlak mulia ketika bersilaturahim

a. Ketika bertamu

Ketika kita bertamu ke rumah saudara, teman atau orang lain hendaknya:

1) Mengucapkan salam (bila perlu mengetuk pintu dengan baik)

2) Tidak masuk sebelum diizinkan oleh tuan rumah

3) Duduk di tempat yang telah disediakan (setelah dipersilahkan)

4) Duduk dengan tertib dan sopan.

5) Berbicara dengan baik dan benar (sesuai adab berbicara)

6) Menjaga pandangan (tidak melihat-lihat isi rumah tanpa seizing tuan rumah)

b. Ketika menerima tamu

Ketika menerima tamu hendaknya:

1) Menyambut dan menjawab salam tamu yang datang

2) Menyambut dengan penuh ramah, bersahaja, dan penuh kekeluargaan

3) Mempersilahkan tamu untuk masuk dan duduk di tempat yang disediakan

4) Menghidangkan makanan untuk keakraban (bila ada)

5) Mengajak berbicara dan berdialog dengan penuh persahabatan (sesuai adab berbicara)

6) Memberikan cendera mata sebelum tamu pulang (bila ada)

7) Mengantarkan kepulangan tamu minimal sampai pintu pagar rumah kita.

24