“ SOSIOLOGI â€‌ Jakarta, 21 , Juni , 20 13 Iwan Gardono...

download “ SOSIOLOGI  â€‌ Jakarta,  21 ,  Juni  , 20 13 Iwan Gardono Sujatmiko  Departemen Sosiologi FISIP-UI

of 30

  • date post

    02-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    113
  • download

    1

Embed Size (px)

description

“ SOSIOLOGI ” Jakarta, 21 , Juni , 20 13 Iwan Gardono Sujatmiko Departemen Sosiologi FISIP-UI. SOSIOLOGI. *“Ilmu Masyarakat/ Kemasyara- katan” * Social Order (How is Society possible?)(Institutions) - PowerPoint PPT Presentation

Transcript of “ SOSIOLOGI â€‌ Jakarta, 21 , Juni , 20 13 Iwan Gardono...

  • *

    SOSIOLOGI Jakarta, 21, Juni , 2013 Iwan Gardono Sujatmiko Departemen SosiologiFISIP-UI

  • SOSIOLOGI*Ilmu Masyarakat/ Kemasyara- katan* Social Order (How is Society possible?)(Institutions)*Fokus pada Civil Society, Struktur Sosial, Kelompok vertikal (kelas) & horizontal (etnik, gender, agama),*Stratifikasi & Mobilitas Vertikal* Konflik-Konsensus (Integrasi Nasional) * Gerakan Sosial (CSOs); Globalisasi*

  • *TEORI INTEGRASI NASIONAL(Negara-Bangsa) Memori SejarahAncaman dari luarKesepakatan pemimpinHomogentias sosial budaya (agama-etnik)Paksaan negara/pusatSaling tergantung pusat-daerah

  • *DATA AGAMA DAN ETNIK* Tidak ada korelasi (positif dan negatif) antara umur negara-bangsa dengan luas negara atau jumlah penduduk* Dari 139 negara: 45 negara > 100 tahun; 39 bisa diidentifikasi* 26 Negara: homogenitas Agama (51- 100%) dan etnik (51-100%)* 10 Negara: homogenitas Agama (51- 100%) dan etnik (0-50%): INDONESIA 2045* 2 Negara: homogenitas Agama (0-50%) dan etnik (51-100%): Inggris dan Belanda* 1 Negara: homogenitas Agama 0-50%) dan etnik (0-50%): Swiss

  • *DATA DISINTEGRASIData 1945-1995:38 Perang; 64 separatisme; 62 ideologi/faksionalDari 27 Separatisme (1944-1994):* 10 pusat/militer* 8 otonomi khusus* 9 de facto partition

  • *KESIMPULAN INTEGRASI (1)1. SEJARAH INTEGRASI1.1.SUKARELA (Swiss, 1294; Indonesia 1928, 1945)1.2.PAKSAAN/INVASI/ANKESASI/IMPERIALISME/KOLONIALISME1.3.TERPAKSA (PERANG DINGIN)(Timtim)

  • *KESIMPULAN INTEGRASI (2)2. BENTUK NEGARA SEBELUMNYA3. NEGARA FEDERAL TIDAK JAMINAN4. FAKTOR EKSTERNAL SEBAGAI PENDORONG/PENGHMABAT5. TOTAL-PARSIAL6. AGAMA DAPAT MEMBANTU7. PERAN GENERASI PERTAMA

  • *PELAJARAN BAGI INDONESIAKesepakatan sebagai modal dasarEtnik heterogen-agama homgenMasa kritis (antara 50-100)Renegosiasi Kesepakatan (2 daerah quasi-federal)Exit, Voice, LoyaltyNasionalisme popular (dari bawah) vs Official (dari atas)Paradigma intergasi daerah (hak vs kewajiban)

  • *4 Kelompok Separatisme 4 Kuadran:Pusat dan Internasional tidak mendukung (disintegrasi sulit: DI/TII; Aceh; Papua)Pusat memberi ijin; internasional menolakPusat menolak internasional mendukung (1. Sukses: Banglades; 2. Gagal: PRRI/Permesta)Pusat memberi ijin dan internasional mendukung (mudah disintegrasi: Timtim)

  • *AKSI GLOBAL GUS DUR Think Locally and Act GloballyKekuatan internasional (superpower dan negara tetangga) untuk mencegah disintegrasiHatta: 2 kutub (kapitalisme-Komunisme)Sekarang: Putih (Eropa-Amerika) dan Kuning (Cina, Jepang)

  • *POSISI INDONESIA* Dekat ke Putih (AS-Eropa)* Dekat ke Kuning (Jepang, Cina, East Asia Community)* Dekat ke India* Dekat ke IslamMultipolar Peradaban dan Regional

  • *STRATEGI INTEGRASI (1)INKLUSI SOSIAL*Pusat-Daerah (Elit, dana/DAU, sister cities, dll)* Antar Daerah (propinsi-kabupaten)* Intra Daerah (vertikal: keterbukan stratifikasi)* Intra daerah (horizontal: agama, etnik)

  • *STRATEGI INTEGRASI (2)INSENTIF DIPERBESAR (BANTUAN)KOERSI/PAKSAAN DIPERLEMAH (NEGARA TETAP EFEKTIF)EMOSI (NASIONALISME) MENINGKAT (TERGANTUNG 1 DAN 2)

  • *

    SKENARIO POLRI 2025

    Studi Grand Strategy Polri 2025

    PTIK 2013

  • *KERANGKA RINGKASANMatriks SkenarioKonsep dasar: Focal Concern; Driving ForcesKegunaan MetodologiImplikasi bagi Rencana Strategis

  • *GABUNGAN Skenario dengan Rencana Strategis

    Skenario dan Renstra saling melengkapiSkenario: Perspektif masa depan mejadi lebih luas namun kurang sensitif pada keadaan masa kini.Renstra: Strategic Planning: Sensitif pada masa kini namun pandangan masa depan terlalu sempit

  • *KERANGKA SKENARIOSkenario: lebih merupakan Foresight, bukan ForecastApa yang mungkin pada masa depan (Unwanted, Unintended)Terdiri dari Focal Concern dan Driving Forces yang membentuk Matriks Skenario untuk Kebijakan

  • *FOCAL CONCERN (PERTANYAAN STRATEGIS)Bagaimana Status dan Peran Polri pada tahun 2025?Apakah Polri akan: Profesional, Akuntabel, MandiriHasil Skenario: dapat positif dan negatif, sementara Renstra diarahkan pada yang positif.

  • *KEADAAN SEKARANG* Kinerja dan Profesionalisme Polri: Rendah (PSPK UGM, 2000)* 65% Penduduk Tidak Puas (Survey 8 kota, Kompas)* 43% Tidak Percaya pada Polri dalam Penegakkan Hukum (60%; bagi yang berpengeluaran diatas Rp 1.5 juta perbulan) (Survey di 32 Propinsi, Asia Foundation, 2003)* Citra Polri: Buruk: 49.%; Baik: 43%; Tidak Tahu: 7% (Survey Kompas di 8 kota, Kompas 29 Mei, 2006)Kinerja Polri: Baik: 62% ; Buruk: 28%; Tidak Tahu: 10% (Survey Nasional LSI, Media Indonesia 13-9-2005). KINERJA--CITRA(Pemirsa TV: 99%; Radio: 41%, Koran: 13%; Majalah-Tabloid: 7%; HP: 40 juta; Internet: 25 juta; Bloggers: 500.000).

  • *DRIVING FORCES (DAYA DORONG PERUBAHAN)Tren Masyarakat (Global: Positif; Inklusif atau konflik dan anarki; Regional, terintegrasi dan stabil atau terfragmentasi; Nasional: demokratis, makmur atau disintegrasi)Tren Sumber Daya (krisis sumber alam atau inovasi) Tren Kamtibmas (kejahatan transnasional dan mafia global atau suksesnya Interpol; Aseanpol dan Polri)

  • *TREND GLOBALPernicious Globalization: (Negatif) Mayoritas penduduk global tidak mengalami kemajuanPost Polar World (Negatif): Konflik regionalRegional Competition (Positif): Penguatan Eropa, Asia dan Amerika Latin VS ASInclusive Globalization (Positif): Pembangunan positif bagi mayoritas

  • *TREND REGIONAL (ASEAN)Integrasi Politik: Polri lebih aktif dan terlibat (Deplu, Badan Internasional /UN/Asean)Integrasi/Mobilitas Penduduk: Kerjasama dan intelejen L.N.Integrasi Ekonomi (Pasar Bebas ASEAN 2015): Kemampuan Ekonomi dan HukumIntegrasi Media: Kemampuan teknologi Media*Bahasa Inggris, Cina

  • *TREND INDONESIA (1)1. Redefinisi Keindonesiaan (Terlibat dalam Perencanaan Sosial-Nasional, Propinsi, Kabupaten)2. Demokratisasi (Pencegahan Money Politics dan Politisasi Polri)3. Transparansi dan Akuntabilitas (Kepuasan Publik, Penerapan UU KIP, 2010)4. Otonomi Daerah (Pengaturan Kerjasama Polda dengan Pemda)

  • *TREND INDONESIA (2)5.Urbanisasi (Warga Kritis: Pembayar Pajak; Warga Rawan: daerah kumuh)6. Industrialisasi (Potensi Konflik Perburuhan)7. Peran Perempuan (Peningkatan Kualitatif dan Kuantitatif Polwan dan Peningkatan Pelayanan Sensitif Gender)8.Media Massa-Sosial: Kemampuan Humas dan Komunikasi Sosial

  • *TREND INDONESIA (3)9. Perlindungan HAM (Prosedur Proaktif)10.Teknologi (Peningkatan SDM dan Teknologi)11. Kejahatan:Kekayaan Negara/Lembaga Internasional-KKN, Terorisme: (Pencegahan/Intelijen Polisi; Intelkrim Intelkam)12. Demiliterisasi (Polri lebih menyerupai Jaksa dan Menjauh dari militer; masalah Satgas)

  • *MATRIKS SKENARIOPolri 2025

  • *EMPAT SKENARIO 2025 (1) (Satu yang dominan, namun dapat terjadi kombinasi dan perubahan dalam dinamika menuju 2025)PROFESIONAL DAN MANDIRI (Eksternal, Positif dan Internal/Reformasi, Sukses): Globalisasi multipolar berlangsung damai, kejahatan global dan regional sedikit, pembangunan nasional sukses, kebijakan negara (termasuk dana) mendukung Polri. Reformasi sukses: Polri: Profesional, Mandiri, Akuntabel.RENTAN (Eksternal, Negatif dan Internal, Sukses). Konflik dan anarki terjadi pada tingkat global, regional dan nasional. Reformasi Polri sukses namun rentan terhadap gangguan eksternal.

  • EMPAT SKENARIO 2025 (2) BAYARAN (Eksternal, Positif dan Internal, gagal). Keadaan global, Regional dan nasional relatif positif namun Reformasi gagal. Terjadi pasar gelap dalam Pelayanan dan Perlindungan pada publik.MAFIA (Global, negatif dan Internal, Gagal). Berbagai kelompok dan faksi dalam Polri bekerjasama dengan jaringan kejahatan nasional dan global. Dibutuhkan intervensi dari luar.

    *

  • *PENCEGAHAN SKENARIONEGATIFPolri sebagai organisasi power dan servicePeningkatan Transparansi & AkuntabilitasKontrol negara (Komisi DPR/D, Kementrian, Kompol Daerah).Penggunaan jaringan positif (global, regional, lokal)Teknologi tepat guna *KESEJAHTERAAN - PNBP

  • *PENINGKATAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS Laporan Kinerja yang terbukaKeterbukaan dan kejelasan perkaraPemantapan status Polri dalam tata negara (TNI, Kejaksaan, Depdagri, B.I.N., Bea Cukai, Imigrasi, dll)Kontak dan komunikasi (leaflet, poster dan tatap muka) pada komunitas tempat tinggal, tempat kerja dan sekolah. Kemitraan dan Pelayanan Prima.* KESEJAHTERAAN-PNBP

    **