.Created Date: 5/15/2015 10:33:28 AM

download .Created Date: 5/15/2015 10:33:28 AM

of 137

  • date post

    06-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of .Created Date: 5/15/2015 10:33:28 AM

GUBERNUR PROVINSI KALIMANTAN UTARA

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN UTARA

NOMOR 11 TAHUN 2OI3

TENTANG

BELANJA HIBAH DAN BELANJA BANTUAN SOSIAL YANGBERSUMBER DARI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA

DAERAH PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

Menimbang : a.

Mengingat : 1.

b.

GUBERNUR KALIMANTAN UTARA,

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 42Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2Ol2tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam NegeriNomor 32 Tahun 2oll tentang Pedoman PemberianHibah dan Bantuan Sosial Yang Bersumber DariAnggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, perludilakukan pengaturan lebih lanjut mengenai pemberianHibah dan Bantuan Sosial khususnya yang bersumberdari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ProvinsiKalimantan Utara ;

bahwa untuk lebih meningkatkan efisiensi, efektifitas,akuntabilitas dan transparansi pengelolaan pemberianBelanja Hibah dan Bantuan Sosial, diperlukan PeraturanGubernur Kalimantan Utara Tentang Belanja Hibah danBelanja Bantuan Sosial Yang Bersumber Dari AnggaranPendapatan Dan Belanja Daerah Provinsi KalimantanUtara ;

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimanadimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu ditetapkanPeraturan Gubernur Kalimarttan Utara Tentang BelanjaHibah dan Belanja Bantuan Sosial Yang Bersumber DariAnggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah ProvinsiKalimantan Utara.

Undang-undang Nomor 28 tahun 1999 tentangPenyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dariKorupsi, Kolusi, dan Nepotisme (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, TarnbahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2OO3 tentangKeuangan Negara (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2OO3 Nomor 47, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4286);

c.

2.

-2-

3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2OO4 tentangPerbendaharaan Negara (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2OO4 Nomor 5, Tambahan LembaranNegara Republik lndonesia Nomor 4355)

4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2AA4 tentangPemeriksaan Pengelolaan Dan Tanggung JawabKeuangan Negara (kmbaran Negara Republik IndonesiaTahun 2OO4 Nomor 56, Tambahan Lembaran NegaraRepubtk Indonesia Nomor a OO);

5. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2OO1 Tentang YayasanYayasan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2OO1 Nomor lL2, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4132) sebagaimana telah diubah denganUndang-Undang Nomor 28 Tahun 2OO4 tentangPerubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2OO1Tentang Yayasan (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2OO+ Nomor 1 15, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor a43O);

6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2OO4 tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2AO4 Nomor L25, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimanatelah diubah beberapa ka1i, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan KeduaAtas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2AA4 tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tamba-tian LembaranNegara Republik Indonesia Nomor aSa4l

7 " Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2AO4 tentangPerimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat danPemerintahan Daerah (Lernbaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2OO+ Nomor 126, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor aa38);

8. Undang-Undang Nomor 4O Tahun 2OO4 tentang SistemJaminan Sosial Nasional (l,embaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2OA4 Nomor 15O, Tarnbahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor a456);

9. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2OO7 tentangPenanggulangan Bencana {Lembaran Negara RepubiikIndonesia Tahun 2OA7 Nomor 66, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 4723);

10. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2OOg tentangKesejahteraan Sosial (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2009 Nomor 12, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor +967);

1i" Undang=Undang Nomor 28 Tahun 2OO9 tentangPenyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dariKolusi, Korupsi dan Nepotisme (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2OOg Nomor 75, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

-3

12.Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2Ol1 tentangPembentukan Peraturan Perundang-Undangan(t embaran Negara Reputrlik Indonesia Tahun 2OO4 Nomor82, Tamhahan Lembaran Negara R.epublik InConesiaNomor 523a1;

i3. Undang-Undang Nomor 2A Tahun 2Ol2 tentangPembentukan Provinsi Kalimantan Utara (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 229,Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Ncmor5362h

14. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2013 tentangOrganisasi Kemasyarakatan {Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2013 Nomor 116, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nornor 5a3O);

15. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2OOS tentangHibah kepada Daerah {Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2OO5 Nomor 139, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor a5771;

16. Peraturan Pemerintah Nomor 5E Tahun 2OO5 tentangPengelolaan Keuangan Daerah {kmbaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2+O5 Nomor l4O, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor a5781;

17. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2OO7 tentangPembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah,Pernerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan DaerahKabupatenlKoia (Lernbaran Negara Republik IndonesiaTahun 2OO7 Nomor 82, Tambahan kmbaran NegaraRepublik Indonesia Nomor a7371;

i8. Peraturan Pemerintah Norrror 5 Tahun 2OO9 tentangBantuan Keuangan kepada Partai Politik (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2OO9 Nornor 18,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomora9721;

lg.Peraturan Pemerintah Nomor 7l Tahun 2O1O tentangStandar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran NegaraRepubiik Indonesia Tahun 2O1O Nomor 123, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5165);

20.Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2011 tentangTata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri danPenerimaan Hibah (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2CL1 Nonnor 23, ?arnbairan Lembaran Nega-raRepublik Indonesia Nomor 52021;

21. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2012 tentangHibah Daerah {Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2Al2 Nomor 5, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nornor 5272\;

22.Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentangPengadaan Barang/ Jasa Pemerintah sebagaimana telahdiubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan PresidenNomor 7O Tahun 2Ol2 (ternbaran Negara Tahun 2412Nomor 155);

-+

23. Peraturan Menteri Daiam Negeri Nomor 13 Tahun 2006tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerahsebagaimana telah diubah beberapa- kali. terakhir denga-nPeraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2O11tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri DalamNegeri Nomor 13 Tahun 2OG6 tentang PedcmanPengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara RepublikIndonesia Tahun zOLl Nomor 310);

24. Peraturan Menteri Keuangan Nornor 168/PttdK.A7 l2AA8tentang Hibah Daerah.

25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2O11tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan SosialYang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan BelanjaDaerah sebagaimana telah diubah dengan PeraturanMenteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2A12 tentangPerubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor32 Tahun 2A71 tentang Pedoman Pemberian Hibah danBantuan Sosial Yang Bersumber Dari AnggaranPendapatan

-F

7. Kepala Biro Keuangan aciaiah Kepaia Biro Keuangan Sekretariat DaerahProvinsi Kalimantan Utara.

8. Kepaia Biro Sosial atau sebutan lainnSra adalah Kepaia Biro SosialSekretariat Daerah Provinsi Kalirnantan Utara.

9. Keuangan Daerah adalah semua hak dan kervajiban daerah dalam rangkapenyelenggaraiarr pemerintahan daerah y'ang dapa.t dinilai dengan uangtermasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan denganhak dan kewajiban daerah tersebut.

1O. Pengelolaan Kekayaan Daerah adalah keselunrhan kegiatan yang meliputipereneanaan, pelaksanaan, penataLlsahaan, pelaporan, pertangggngj awabandan pengawasan keuangan daerah.

11. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disebut APBDadalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan,disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD, dan ditetapkandengan Peraturan Daerah.

12. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPI(Dadalah Kepala Biro Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utarasebagai Kepala Satuan Kerja Pengeloia Keuangan Daerah yang mempunyaitugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendaharaumum daerah.

i3. Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat SKPKDadalah Biro Keuangan Sekreta.riat Daerah Provinsi Kalimanta.n Utara selakuperangkat daerah pada Pemerintah Daerah yang melaksanakan pengeloiaanAFBD.

14. Satu.an Kerja Perangkat Daerah ].ang selanjr:tnya disingkat SKPD adalahperangkat daerah pada pemerintah daerah selaku penggunamggaran/barang.

15- Kuasa Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkatKPPKD adalah Kepala SKPD/Biro /Bidang/ Bagian/Sub Bidang/ Sub Bagranyang diberi kuasa untuk rnelaksanakan sebagian kewenangan PPKD dalammelaksanakan tugas dari fungsi SKPKD.

16. Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang selanjutnya disingkat TAPD adalahtim -vang dibenruk dengan Keputusan Gubernur dan dipimpin olehSekretaris Daerah, yang mempunyai tugas menyiapkan serta rnelaksanakankebijakan Gubernur dalam rangka penJrusuaan APBD, yiulg anggotanyaterdiri dari Pejabat Perencaiia Daerah, PPKD dan pejabat lainnya sesuaidengan kebutuhan.

17. Rencana Kerja dan Anggaran PPKD yang seianjutnya disingkat RKA-PPKDadalah rencana kerja dan anggaran PPKD Provinsi selaku Bendahara UmumDaerah.

18. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPDadalah dokum