lontar.ui.ac.idlontar.ui.ac.id/file?file=digital/20296289-T29928-Optimasi biaya.pdflontar.ui.ac.id

of 248 /248
UNIVERSITAS INDONESIA OPTIMASI BIAYA MITIGASI FAKTOR RISIKO DOMINAN YANG BERPENGARUH PADA KINERJA WAKTU (STUDI KASUS PEKERJAAN PIPING PROYEK X PADA PT Y) TESIS Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Magister Teknik Disusun Oleh MARUAHAL SIHOMBING 0806477560 FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL KEKHUSUSAN MANAJEMEN PROYEK JAKARTA JANUARI 2011 Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

Embed Size (px)

Transcript of lontar.ui.ac.idlontar.ui.ac.id/file?file=digital/20296289-T29928-Optimasi biaya.pdflontar.ui.ac.id

  • UNIVERSITAS INDONESIA

    OPTIMASI BIAYA MITIGASI FAKTOR RISIKO DOMINAN

    YANG BERPENGARUH PADA KINERJA WAKTU

    (STUDI KASUS PEKERJAAN PIPING

    PROYEK X PADA PT Y)

    TESIS Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Magister Teknik

    Disusun Oleh

    MARUAHAL SIHOMBING

    0806477560

    FAKULTAS TEKNIK

    PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL KEKHUSUSAN MANAJEMEN PROYEK

    JAKARTA JANUARI 2011

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • UNIVERSITAS INDONESIA

    OPTIMASI BIAYA MITIGASI FAKTOR RISIKO DOMINAN

    YANG BERPENGARUH PADA KINERJA WAKTU

    (STUDI KASUS PEKERJAAN PIPING

    PROYEK X PADA PT Y)

    TESIS Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Magister Teknik

    Disusun Oleh

    MARUAHAL SIHOMBING

    0806477560

    FAKULTAS TEKNIK

    PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL KEKHUSUSAN MANAJEMEN PROYEK

    JAKARTA JANUARI 2011

    224/FT.01/TESIS/03/2011

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • ii

    PERNYATAAN ORISINALITAS

    Tesis ini adalah hasil karya saya sendiri,

    dan semua sumber baik yang dikutip maupun yang dirujuk

    telah saya nyatakan dengan benar

    Nama : Maruahal Sihombing

    NIM : 0806477560

    Tanda Tangan :

    Tanggal :

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • iii

    PENGESAHAN

    Tesis ini diajukan oleh : Nama : Maruahal Sihombing NIM : 0806477560 Program Studi : Teknik Sipil Judul Tesis :

    Optimasi Biaya Mitigasi Faktor Risiko Dominan Yang Berpengaruh Pada Kinerja Waktu (Studi Kasus Pekerjaan Piping Proyek X Pada PT Y).

    Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Magister Teknik pada Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.

    Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Yusuf Latief, MT. ( )

    Pembimbing : Ir. Eddy Subiyanto, MM, MT. ( )

    Penguji : Juanto Sitorus, S.Si, MT, CPM, PMP ( )

    Penguji : Ir. Wisnu Isvara, MT ( )

    Penguji : Bayu Aditya, ST, MT ( )

    Ditetapkan di : Jakarta

    Tanggal : ..........................

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • iv

    KATA PENGANTAR/UCAPAN TERIMA KASIH

    Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan

    rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan tesis ini. Penulisan tesis ini dilakukan

    dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Magister Teknik

    Jurusan Teknik Sipil pada Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Saya menyadari

    bahwa, tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, dari masa perkuliahan

    sampai pada penyusunan proposal tesis ini, sangatlah sulit bagi saya untuk

    menyelesaikan proposal tesis ini. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih

    kepada:

    (1) DR. IR. Yusuf Latief, MT selaku dosen mata kuliah metode penelitian

    sekaligus pembimbing yang telah menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran

    untuk mengarahkan saya dalam penyusunan proposal tesis ini;

    (2) IR. Eddy Subiyanto, MM. MT selaku dosen pembimbing yang telah

    menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengarahkan saya dalam

    penyusunan proposal tesis ini, dan semua dosen-dosen yang telah

    memberikan masukan kepada saya dalam penyusunan proposal tesis ini;

    (3) Orang tua, istri tercinta dan semua keluarga saya yang telah memberikan

    bantuan dukungan materil dan moral; dan

    (4) Sahabat yang telah banyak membantu saya dalam menyelesaikan proposal

    tesis ini.

    Akhir kata, saya berharap Tuhan Yang Maha Esa berkenan membalas segala

    kebaikan semua pihak yang telah membantu. Semoga tesis ini membawa manfaat

    bagi pengembangan ilmu.

    Jakarta, Januari 2011

    Penulis

    Maruahal Sihombing

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • v

    HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLKASI

    TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

    Sebagai civitas akademik Universitas Indonesia, saya yang bertanda tangan

    dibawah ini :

    Nama : Maruahal Sihombing

    NPM : 0806477560

    Program Studi : Manajemen proyek

    Departemen : Teknik Sipil

    Fakultas : Teknik

    Jenis Karya : Tesis

    Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada

    Universitas Indonesia Hak Bebas Royalti Noneksklusif ( Non-Exclusive Royalty

    Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul

    OPTIMASI BIAYA MITIGASI FAKTOR RISIKO DOMINAN YANG

    BERPENGARUH PADA KINERJA WAKTU

    (Studi Kasus Pekerjaan Piping Proyek X Pada PT Y)

    Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti Non

    eksklusif ini Universitas Indonesia berhak menyimpan, mengalih media/

    formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat dan

    mempublikasikan tugas akhir saya selama tetap mencantumkan nama.

    Saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.

    Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

    Dibuat di : Jakarta

    Pada tanggal : Januari 2011

    Yang menyatakan

    (Maruahal Sihombing)

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • vi

    Maruahal Sihombing Dosen Pembimbing : NPM. 0806477560 Prof. DR. Ir. Yusuf Latief, MT Departemen Teknik Sipil Ir. Eddy Subiyanto, MM, MT

    OPTIMASI BIAYA MITIGASI FAKTOR RISIKO DOMINAN YANG BERPENGARUH PADA KINERJA WAKTU

    (Studi Kasus Pekerjaan Piping Proyek X Pada PT Y)

    ABSTRAK

    Faktor risiko dan ketidakpastian selalu ada pada setiap proyek yang mengakibatkan menurunnya kinerja dari sasaran proyek, salah satunya kinerja waktu dan biasanya kinerja waktu berdampak pada kinerja biaya. Pengontrolan dan pengendalian proyek merupakan hal yang mutlak dalam mencapai sasaran proyek Sehingga ketika terjadi penyimpangan maka sebaiknya melakukan mitigasi sedini mungkin. Mengingat biaya adalah salah satu sasaran penting dari proyek, maka usaha yang dilakukan untuk mitigasi harus memperhitungkan biaya yang optimal. Sebelum melakukan mitigasi terlebih dahulu kita harus memahami faktor - faktor risiko apa saja yang berpengaruh pada kinerja waktu dan harus dapat menentukan mana faktor risiko dominan, memahami dampak dan penyebab dari faktor risiko dominan tersebut dan juga melakukan tindakan preventive dan corrective. Dalam melakukan mitigasi seharusnya terfokus pada faktor risiko dominan saja sehingga tindakan perbaikan menjadi tepat guna dan biaya yang digunakan benar benar biaya yang optimal

    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan biaya mitigasi yang optimal keterlambatan pekerjaan piping yang diakibatkan oleh faktor risiko dominan. Lewat survei, validasi pakar dan kuesioner akan didapatkan dampak, penyebab, tindakan preventive dan corrective. Selanjutnya dengan bantuan software analisa risiko berbasis @risk 4.5 akan dilakukan analisa dan simulasi data sampai didapatkan sasaran sesuai tujuan penelitian.

    Hasil analisa dan simulasi menjadi pertimbangan bagi tim proyek dalam melakukan mitigasi. Dengan biaya preventive maka risiko dapat diantisipasi dan biaya corrective menjadi masukan buat tim proyek bahwa sebaiknya biaya mitigasi corrective ini sudah diperhitungkan dalam biaya risiko pada saat melakukan estimasi biaya proyek.

    Kata kata kunci : Kinerja Waktu, Risiko Dominan dan Optimasi Biaya.

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • vii

    Maruahal Sihombing College Instructor : NPM. 0806477560 Prof. DR. Ir. Yusuf Latief, MT Departement of Civil Engineering Ir. Eddy Subiyanto, MM, MT

    MITIGATION COST OPTIMIZATION OF DOMINANT RISK FACTORS THAT INFLUENCE ON TIME PERFORMANCE

    (Case Study : Piping Work Project X in PT Y)

    ABSTRACT

    Risk factors and uncertainties always exist in every project that resulted in a decreased performance of the project objectives, one of which the performance of the performance period of time and usually have an impact on cost performance. Control and project control is an absolute must in achieving project objectives so that when a deviation occurs then you should do as early as possible mitigation. Given the cost is one important goal of the project, the work done for mitigation must take into account the optimal cost. Before performing the mitigation we must first understand what are the risk factors that affect the performance of time and should be able to determine where the dominant risk factor, understanding the impact and causes of the dominant risk factor and also perform preventive and corrective actions. In doing mitigation should focus on the dominant risk factor just so appropriate corrective action to be used and the right optimal cost.

    This study aims to find optimal mitigation costs piping work delays caused by the dominant risk factor. Through the survey, and questionnaire validation experts will get the impact, causes, preventive and corrective actions. Furthermore, analysis and simulation with risk analysis software @ risk 4.5 to obtain objective data for their intended research.

    Results of analysis and simulation of a consideration for the project team to mitigate. With the cost of the risk can be anticipated preventive and corrective costs become inputs for the project team that this corrective mitigation costs should already be calculated into the cost of risk at the time of the estimated project cost.

    Key Word : Time Performance, Dominant Risk and Cost Optimization.

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • viii

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i

    PERNYATAAN ORISINALITAS.................................................................... ii

    LEMBAR PENGESAHAN............................................................................... iii

    KATA PENGANTAR ...................................................................................... iv

    LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH.......................... v

    ABSTRAK ........................................................................................................ vi

    ABSTRACT...................................................................................................... vii

    DAFTAR ISI .................................................................................................... viii

    DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xii

    DAFTAR TABEL ............................................................................................ xiv

    DAFTAR LAMPIRAN..................................................................................... xvii

    BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1

    1.1 Latar Belakang ............................................................................. 1

    1.2 Perumusan Masalah ..................................................................... 3

    1.2.1 Deskripsi Masalah ...... ......................................................... 3

    1.2.2 Signifikansi Masalah ........................................................ 5

    1.2.3 Rumusan Masalah .............................................................. 5

    1.3 Tujuan Penelitian .... ...................................................................... 6

    1.4 Manfaat Penelitian ......................................................................... 6

    1.5 Batasan Penelitian ...................................................................... 7

    1.6 Metodologi Penelitian ............ ...................................................... 7

    1.7 Sistematika Penulisan ............. ...................................................... 8

    1.8 Referensi Penulisan ................ ...................................................... 9

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................. 10

    2.1 Pendahuluan ............................................................................... 10

    2.2 Project Scope Management ........................................................... 11

    2.2.1 Project Scope Management .................................................. 11

    2.2.2 Mengumpulkan informasi .................................................. 12

    2.2.3 Mendefenisikan Ruang Lingkup Pekerjaan ......................... 12

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • ix

    2.2.4 Menentukan Work Breakdown Structure (WBS)................. 13

    2.2.5 Verifikasi Ruang Lingkup Kerja .......................................... 13

    2.2.6 Pengontrolan ........................................................................ 13

    2.3 Manajemen Waktu.......................................................................... 13

    2.3.1 Tinjauan Umum ............................................................... 13

    2.3.2 Manajemen Waktu ............................................................... 15

    2.3.2.1 Menentukan Kegiatan ............................................... 15

    2.3.2.2 Menentukan Urutan Pekerjaan .................................. 15

    2.3.2.3 Estimasi Sumber Daya Untuk Pekerjaan.................... 16

    2.3.2.4 Estimasi Durasi Kegiatan....... .................................. 16

    2.3.2.5 Menyiapkan Jadwal Pekerjaan .................................. 16

    2.3.2.6 Mengontrol Jadwal Pekerjaan .................................. 24

    2.3.2.7 Produktfitas ........................... .................................. 30

    2.4 Manajemen Biaya .......................................................................... 32

    2.4.1 General ................. ............................................................... 32

    2.4.2 Cost Estimating ................. .................................................. 35

    2.4.3 Menentukan Anggaran Proyek ............................................. 36

    2.4.4 Mengontrol Biaya ................................................................. 36

    2.5 Manajemen Risiko ......................................................................... 37

    2.5.1 General ................. ............................................................... 37

    2.5.2 Manajemen Perencanaan Risiko .......................................... 38

    2.5.3 Melakukan Identifikasi Risiko ............................................. 39

    2.5.4 Melakukan Analisa Risiko Kualitatif dan Kuantitatif .......... 40

    2.5.5 Melakukan Respon Terhadap Risiko ................................... 40

    2.5.6 Melakukan Pengontrolan dan Monitoring Risiko ................ 41

    2.5.7 Metode dan Cara dalam Manajemen Risiko ........................ 41

    2.6 Sensitivitas Analisa Risiko ............................................................ 43

    2.6.1 General ................. ............................................................... 43

    2.6.2 @Risk Sebagai Alat Analisa Risiko ..................................... 43

    2.7 Kerangka Penelitian ....................................................................... 47

    2.8 Hipotesa Penelitian ........................................................................ 48

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • x

    BAB III Metode Penelitian ........................................................................... 49

    3.1. Pendahuluan ................................................................................. 49

    3.2. Kerangka Pemikiran ...................................................... 49

    3.3. Pertanyaan Penelitian ..................................................................... 50

    3.4. Strategi Penelitian........................................................................... 51

    3.5. Proses Penelitian ............................................................................ 51

    3.6. Variabel Penelitian ......................................................................... 54

    3.7. Instrumen Penelitian........................................................................ 61

    3.8. Teknik Pengumpulan Data dan Analisa Data ................................ 65

    3.9. Kesimpulan ..................................................................................... 67

    BAB IV Studi Kasus Proyek X ...................................................................... 68

    4.1. Pendahuluan ............ ...................................................... 68

    4.2. Gambaran Umum EPC ................................................................... 68

    4.3. Gambaran Umum Proyek X ........................................................... 69

    BAB V Pengumpulan dan Analisa Data ....................................................... 71

    5.1. Pendahuluan ............ ...................................................... 71

    5.2. Pengolahan Data dan Analisa Tahap Pertama ............................... 71

    5.2.1 Uji Komparatif ...................................................................... 72

    5.2.2 Analisa Deskriptif ................................................................. 72

    5.2.3 Uji Validitas dan Reliabilitas ................................................ 73

    5.2.4 Uji Normalitas ....................................................................... 73

    5.2.5 Analisa Hierarchy Process (AHP) ......................................... 74

    5.2.6 Korelasi Non Parametris ....................................................... 74

    5.3. Pengolahan Data dan Analisa Tahap Kedua .................................. 75

    5.3.1 Faktor Risiko Dominan ......................................................... 75

    5.3.2 Survey Lanjutan .................................................................... 76

    5.3.3 Kuesioner Pendahuluan ......................................................... 81

    5.3.4 Analisa Kualitatif .................................................................. 100

    5.3.4 Analisa Kuantitatif.................................................................. 108

    5.4. Kesimpulan ....... ............................................................................ 153

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • xi

    BAB VI Pembahasan ...................................................................................... 155

    6.1. Pendahuluan ............ ...................................................... 155

    6.2. Pembahasan ................................................... ............................... 155

    6.2.1 Analisa Kualitatif dan Kuantitatif .................. ...................... 155

    6.2.2 Validasi Data Aktual Dilapangan .................. ...................... 156

    6.3. Kesimpulan dan Saran Saran .................. ...................................... 157

    Daftar Acuan ..................................................................................................... 159

    Daftar Pustaka ........... ....................................................................................... 164

    Daftar Lampiran ........ ....................................................................................... 167

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • xii

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 1.1 : Urutan Pekerjaan Untuk Pekerjaan Konstruksi ........................ 4

    Gambar 2.1 : Project Scope Management Process ......................................... 12

    Gambar 2.2 : Gambaran Manajemen Waktu .................................................. 16

    Gambar 2.3 : Precedence Diagram Method ................................................. 17

    Gambar 2.4 : Arrow Diagram Method ........................................................... 18

    Gambar 2.5 : Pola Kebutuhan Sumber Daya (Berfluktuasi) .......................... 21

    Gambar 2.6 : Pola Kebutuhan Sumber Daya (Tetap) .................................... 22

    Gambar 2.7 : Pola Kebutuhan Sumber Daya (Bervariasi) ............................ 23

    Gambar 2.8 : Gambaran Umum Manajemen Biaya ....................................... 33

    Gambar 2.9 : Siklus Estimasi Biaya Menurut Asiyanto ................................ 36

    Gambar 2.10 : Diagram Manajemen Risiko .................................................... 39

    Gambar 2.11 : Beberapa Grafik Distribusi Probabilitas Risiko ...................... 46

    Gambar 2.12 : Kerangka Berpikir Penelitian .................................................. 47

    Gambar 3.1 : Proses dan Tahapan Penelitian ................................................. 52

    Gambar 4.1 : Hubungan EPC dalam Siklus Proyek ....................................... 68

    Gambar 5.1 : Grafik nilai mean, median dan modus ....................................... 72

    Gambar 5.2 : Grafik Nilai Mean, Median, Modus Preventif .......................... 103

    Gambar 5.3 : Grafik Nilai Mean, Median, Modus Korektif............................ 105

    Gambar 5.4 : Hasil Simulasi Tindakan Preventif ........................................... 123

    Gambar 5.5 : Optimasi Tindakan Korektif Sampai Dengan

    Pebruari 2010 ........................................................................... 146

    Gambar 5.6 : Optimasi Tindakan Korektif Sampai Dengan

    Maret 2010 ............................................................................... 147

    Gambar 5.7 : Optimasi Tindakan Korektif Sampai Dengan

    April 2010 ................................................................................ 148

    Gambar 5.8 : Optimasi Tindakan Korektif Sampai Dengan

    Mei 2010 .................................................................................. 149

    Gambar 5.9 : Optimasi Tindakan Korektif Sampai Dengan

    Juni 2010 .................................................................................. 150

    Gambar 5.10 : Optimasi Tindakan Korektif Sampai Dengan

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • xiii

    Juli 2010 ................................................................................... 151

    Gambar 6.1 : Biaya Korektif Terhadap Waktu................................................ 156

    Gambar 6.2 : Perbandingan Analisa dan Data Aktual .................................... 157

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • xiv

    DAFTAR TABEL

    Tabel 1.1 : Persentase Rencana vs Realisasi s/d Bulan Kesembilan Belas 3

    Tabel 1.2 : Progress Keseluruhan s/d Bulan Kesembilan Belas ............... . 3

    Tabel 1.3 : Rencana vs Realisasi Konstruksi Bulan Kesembilan Belas ..... 4

    Tabel 2.1 : Faktor Faktor Keterlambatan Pada Tiap Aspek.................... 28

    Tabel 3.1 : Strategi Penelitian .................................................................... 51

    Tabel 3.2 : Variabel Awal Penelitian ......................................................... 56

    Tabel 3.3 : Variabel Hasil Validasi Pakar .................................................. 59

    Tabel 3.4 : Skala Penelitian Kuesiner Pendahuluan ................................... 63

    Tabel 3.5 : Skala Penelitian Kuesiner Utama ............................................. 64

    Tabel 5.1 : Faktor Risiko Dominan ............................................................ 76

    Tabel 5.2 : Responden Survey Lanjutan .................................................... 77

    Tabel 5.3 : Survey Pendahuluan Detail Dampak dan Penyebab ................ 77

    Tabel 5.4 : Skala Penilaian Kuesioner Pendahuluan................................... 81

    Tabel 5.5 : Kuesioner Pendahuluan............................................................. 82

    Tabel 5.6 : Profile Pakar ............................................................................. 87

    Tabel 5.7 : Nilai Mean, Median dan Modus Hasil Validasi Pakar Untuk

    Variabel Dampak dan Penyebab .............................................. 88

    Tabel 5.8 : Ringkasan Perubahan Dampak dan Penyebab Setelah

    Validasi Pakar .......................................................................... 89

    Tabel 5.9 : Skala Penilaian Kuesioner Utama ........................................... 90

    Tabel 5.10 : Kuesioner Kualitatif ................................................................. 91

    Tabel 5.11 : Profile Responden Untuk Kuesioner Utama ............................ 100

    Tabel 5.12 : Hasil Tabulasi Kuesioner Untuk Tindakan Preventif .............. 102

    Tabel 5.13 : Hasil Tabulasi Kuesioner Untuk Tindakan Korektif ............... 104

    Tabel 5.14 : Tindakan Preventif Dengan Nilai Mean, Median dan Modus

    < 3 ............................................................................................ 106

    Tabel 5.15 : Tindakan Korektif Dengan Nilai Mean, Median dan Modus

    < 3 ............................................................................................ 108

    Tabel 5.16 : Tindakan Preventif Dengan Nilai Mean, Median dan Modus

    > 3 ............................................................................................ 109

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • xv

    Tabel 5.17 : Perhitungan Biaya Langsung Personil Proyek ........................ 111

    Tabel 5.18 : Simulasi Perhitungan Biaya Langsung Personil Proyek ......... 112

    Tabel 5.19 : Harga Satuan Manhour PT. X ........................................ ......... 112

    Tabel 5.20 : Biaya Langsung Personil Tahun 2008 untuk tenaga ahli

    S1/S2/S3.......................................................................... ......... 113

    Tabel 5.21 : Analisa perbandingan harga yg didapat dan dikeluarkan oleh

    kontraktor Proyek X ................................................................. 114

    Tabel 5.22 : Analisa Biaya Tindakan PX1 ................................................... 115

    Tabel 5.23 : Analisa Biaya Tindakan PX3 ................................................... 115

    Tabel 5.24 : Analisa Biaya Tindakan PX4 ................................................... 116

    Tabel 5.25 : Analisa Biaya Tindakan PX5 ................................................... 116

    Tabel 5.26 : Analisa Biaya Tindakan PX6 ................................................... 116

    Tabel 5.27 : Analisa Biaya Tindakan PX7 ................................................... 117

    Tabel 5.28 : Analisa Biaya Tindakan PX9 ................................................... 117

    Tabel 5.29 : Analisa Biaya Tindakan PX11.................................................. 117

    Tabel 5.30 : Analisa Biaya Tindakan PX13.................................................. 118

    Tabel 5.31 : Analisa Biaya Tindakan PX15.................................................. 118

    Tabel 5.32 : Analisa Biaya Tindakan PX16.................................................. 119

    Tabel 5.33 : Analisa Biaya Tindakan PX19.................................................. 119

    Tabel 5.34 : Analisa Biaya Tindakan PX20.................................................. 119

    Tabel 5.35 : Analisa Biaya Tindakan PX23.................................................. 120

    Tabel 5.36 : Analisa Biaya Tindakan PX24.................................................. 120

    Tabel 5.37 : Analisa Biaya Tindakan PX25.................................................. 120

    Tabel 5.38 : Analisa Biaya Tindakan PX26.................................................. 121

    Tabel 5.39 : Analisa Biaya Tindakan PX28.................................................. 121

    Tabel 5.40 : Tindakan Korektif Dengan Nilai Mean, Median dan Modus

    > 3 ............... ....................... ....................... ....................... .... 125

    Tabel 5.41 : Analisa Biaya Tindakan CX1 .................................................. 127

    Tabel 5.42 : Analisa Biaya Tindakan CX2 .................................................. 127

    Tabel 5.43 : Analisa Biaya Tindakan CX7 .................................................. 128

    Tabel 5.44 : Analisa Produktifitas dan Kebutuhan Tenaga Kerja ................ 129

    Tabel 5.45 : Simulasi-1 ................................................................................ 137

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • xvi

    Tabel 5.46 : Simulasi-2 ................................................................................ 138

    Tabel 5.47 : Simulasi-3 ................................................................................ 139

    Tabel 5.48 : Simulasi-4 ................................................................................ 140

    Tabel 5.49 : Simulasi-5 ................................................................................ 141

    Tabel 5.50 : Simulasi-6 ................................................................................ 142

    Tabel 5.51 : Biaya Total Tindakan Korektif................................................. 143

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • xvii

    DAFTAR LAMPIRAN

    Lampiran 1 : Hasil Simulasi Tindakan Korektif ............................................ 167

    Lampiran 2 : Kuesioner Pendahuluan ............................................................ 168

    Lampiran 3 : Kuesioner Utama ...................................................................... 169

    Lampiran 4 : Lembar Asitensi ....................................................................... 170

    Lampiran 5 : Risalah Sidang Tesis ................................................................ 171

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 1 Universitas Indonesia

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Proyek adalah suatu kegiatan yang sifatnya unik yang dibatasi oleh

    waktu dan sumber daya, baik berupa manusia, material, biaya ataupun alat

    sehingga hal ini membutuhkan suatu manajemen proyek mulai dari fase awal

    proyek hingga fase penyelesaian proyek. Semakin tinggi tingkat kompleksitas

    proyek dan semakin langkanya sumberdaya maka dibutuhkan juga peningkatan

    sistem pengelolaan proyek yang baik dan terintegrasi. Suksesnya manajemen

    proyek ditentukan pencapaian sasaran proyek yang sesuai waktu, sesuai anggaran,

    pemakaian sumberdaya yang efektif dan memuaskan pengguna jasa [1] (Harold

    Kernzer, PhD,2003).

    Perencanaan maupun pengendalian biaya dan waktu merupakan bagian

    dari manajemen proyek secara keseluruhan. Kesuksesan proyek dapat diukur dari

    pencapaian sasaran proyek yaitu tercapainya kualitas pekerjaan sesuai dengan

    persyaratan yang ditetapkan, proyek dapat diselesaikan dalam waktu yang telah

    ditetapkan dan masih dalam batas anggaran yang disediakan, bahkan kalau bisa

    dibawah anggaran yang ada [2] (Ir. Asiyanto, MBA, IPM, 2005). Biaya yang telah

    dikeluarkan dan waktu yang digunakan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan

    harus diukur secara kontinyu penyimpangannya terhadap rencana. Adanya

    penyimpangan waktu dan biaya yang signifikan mengindikasikan pengelolaan

    proyek yang buruk.

    Keterlambatan jadwal dan cost overrun dalam proyek menjadi perhatian

    utama bagi pemilik proyek maupun kontraktor [3] (Massimoluigi, 2005).

    Keterlambatan biasanya selalu berdampak pada biaya, sedangkan biaya selalu

    terkait dengan tingkat suku bunga dan laju inflasi yang selalu berubah setiap

    waktu sehingga keterlambatan proyek dapat menjadi faktor kritis dan menjadi

    kontribusi utama terhadap terjadinya pembengkakan biaya proyek. Dampak lain

    dari keterlambatan proyek adalah timbulnya masalah besar bagi semua tim proyek

    yang terlibat baik itu owner ataupun kontraktor, tim proyek owner akan dianggap

    gagal dalam mengelola proyek dan juga jadwal untuk pengoperasian akan

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 2

    Universitas Indonesia

    terlambat, tentunya akan berdampak pada sales value. Sedangkan kontraktor akan

    terkena denda penalti sesuai dengan kontrak, cash in yang akan bermasalah

    karena tidak bisa mengajukan invoice progres pekerjaan dan tentunya pihak lain

    juga akan mengalami dampak negatif seperti subkontraktor dan vendor material

    yang terlibat dalam proyek.

    Masalah keterlambatan dalam dunia konstruksi menjadi fenomena yang

    umum diseluruh dunia, hampir 60 70% proyek konstruksi mengalami

    keterlambatan [4] (Murali S, 2007). Menurut laporan dari Standish Group dan

    beberapa perusahaan konsultan bahwa 15% proyek gagal ditengah jalan dari 51%

    proyek yang mengalami masalah waktu dan biaya, rata rata 43% mengalami cost

    overrun [5] (Arlene, 2009).

    Hasil studi yang dilakukan oleh CH2M HILL membuktikan bahwa

    tingginya risiko dapat menyebabkan tutup beberapa perusahaan EPC di USA.

    Hasil studi yang disampaikan pada World Coal Gasification Conference EPC

    Company tanggal 12 April 2007, memaparkan di Amerika Serikat pada tahun

    1967 terdapat 38 perusahaan yang bergerak dibidang Engineering Procurement

    Construction (EPC) dan pembangkit, sedangkan pada tahun 2007 hanya tinggal

    18 perusahaan saja. Tutup atau konsolidasinya banyak perusahaan EPC di USA

    sebagian besar karena kegagalan menangani risiko dan mengendalikan proyek

    EPC [6] (www.ch2mhill.com). Demikian juga dengan kondisi proyek EPC di

    Indonesia cukup memprihatinkan, dari hasil survey pendahuluan pada beberapa

    perusahaan yang bergerak dibidang EPC di Indonesia, dari beberapa proyek yang

    berjalan selama tahun 2000 2007, terdapat 40% proyek mengalami

    keterlambatan dan berdampak pada pembengkakan biaya. Kegagalan memenuhi

    tujuan proyek sebagian besar disebabkan karena sistim pengontrolan yang kurang

    memadai sehingga tidak ada peringatan sedini mungkin bagi tim proyek, gagal

    menangani risiko dan juga strategi pengendalian risiko yang kurang bagus.

    Jika permasalahan seperti ini dibiarkan berlarut-larut, tidak menutup

    kemungkinan perusahaan EPC di Indonesia juga dapat mengalami kejadian yang

    serupa seperti yang dialami perusahaan-perusahaan EPC di Amerika. Banyaknya

    proyek yang mengalami kegagalan akibat tingginya risiko pada proyek EPC,

    menjadi sangat menarik untuk diteliti risiko apa saja yang paling dominan yang

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 3

    Universitas Indonesia

    berpengaruh pada kinerja waktu, mengetahui penyebab dari faktor risiko

    dominan, mengetahui dampak terhadap kinerja yang diukur, menghasilkan

    rekomendasi perbaikan dan menghitung biaya perbaikan yang optimal terhadap

    kinerja yang diukur.

    1.2 PERUMUSAN MASALAH 1.2.1 Deskripsi Masalah

    Proyek X dengan scope pekerjaan EPC (Engineering, Procurement,

    Conctruction) yang dikerjakan oleh PT. Y mengalami keterlambatan. Realisasi

    pekerjaan di lapangan selalu lebih rendah dari rencana semula dan berlangsung

    selama beberapa periode, seperti terlihat pada tabel 1.1

    Bulan-12 Bulan-16 Bulan-17 Bulan-18 Bulan-19

    1 Total Rencana 74,39% 80,02% 84,37% 87,92% 90,86%

    2 Total Realisasi 72,80% 78,08% 83,62% 86,95% 90,41%

    Deviasi -1,59% -1,94% -0,75% -0,97% -0,45%

    PeriodeDeskripsiNo

    Tabel 1.1 Persentase Rencana vs Realisasi Sampai Bulan Kesembilan Belas Sumber : Laporan Bulanan Proyek X

    Jika keterlambatan ini terus terjadi, tentu akan sangat berpengaruh

    dengan waktu penyelesaian akhir dari proyek tersebut. Sesuai dengan laporan

    proyek pada bulan kelima, dapat dilihat bahwa kumulatif progres lebih rendah jika

    dibandingkan dengan kumulatif rencana kontrak, terjadi deviasi sekitar 0.45%

    seperti terlihat pada tabel 1.2 di bawah ini :

    No Scope of Work WF (%) Cumm Progress (%)

    Cumm Plan (%)

    Variance (%)

    1 Engineering 15 99,95 99,71 0,24

    2 Procurement 45 98,13 95,62 2,51

    3 Construction 40 78,15 82,18 -4,03

    Overall 100 90,41 90,86 -0,45 Tabel 1.2 Progress Keseluruhan Pada Bulan Kesembilan Belas Sumber : Laporan Bulanan Proyek X

    Dari tabel 1.2 di atas keterlambatan itu sendiri terjadi pada tahap

    konstruksi, deviasi yang cukup besar yaitu sebesar 4.03%, sedangkan untuk

    pekerjaan engineering dan procurement sendiri tidak terjadi keterlambatan.

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 4

    Universitas Indonesia

    Keterlambatan pada tahap konstruksi akan menjadi masalah yang sangat besar

    karena tahap konstruksi tersebut memiliki bobot yang cukup besar. Dari detail

    progress konstruksi dapat diketahui komposisi masing - masing disiplin yang

    mempunyai konstribusi penyebab keterlambatan seperti terlihat pada tabel 1.3 di

    bawah ini :

    No Scope of Work WF (%) Cumm Progress (%)

    Cumm Plan (%)

    Variance (%)

    1 Site Preparation 8,83 100,00 100,00 02 Civil 24,67 92,78 95,70 -2,923 Mechanical 27,28 80,45 82,97 -2,524 Piping 28,83 69,37 77,96 -8,595 Electrical 4,29 49,86 49,61 0,256 Instrument 4,08 36,40 36,36 0,047 Insulation & Painting 2,02 40,45 50,49 -10,04

    Overall 100 78,15 82,18 -4,03

    Tabel 1.3 Rencana vs Realisasi Konstruksi Pada Bulan Kesembilan Belas Sumber : Laporan Bulanan Proyek X

    Dari tabel 1.3 diatas terlihat sangat jelas bahwa keterlambatan yang

    cukup besar terjadi pada pekerjaan piping (8.59%) dan insulation & painting

    (10.04). Namun pengaruh terbesar adalah pada pekerjaan piping karena bobot

    pekerjaan tersebut paling besar diantara pekerjaan lainnya. Sedangkan untuk

    pekerjaan insulation & painting tidak berpengaruh besar walupun pekerjaan

    tersebut terlambat karena hanya memiliki bobot yang rendah.

    Pekerjaan antara engineering, procurement dan construction sangat

    berhubungan satu dengan yang lain, sehingga keterlambatan pekerjaan

    sebelumnya akan berdampak pada pekerjaan selanjutnya dan jika mengacu pada

    project detail schedule untuk pekerjaan konstruksi, urutan pekerjaan konstruksi

    seperti pada gambar 1.1

    instrument

    electrical

    insulation

    precomm

    civil & building

    mechanical

    Piping

    Gambar 1.1 Urutan Pekerjaan Untuk Pekerjaan Konstruksi Sumber : Schedule Proyek X

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 5

    Universitas Indonesia

    Dari gambar di atas jelas terlihat hubungan pekerjaan antara disiplin dan

    jika pekerjaan piping mengalami keterlambatan akan berdampak terhadap

    penyelesaian proyek secara keseluruhan dikarenakan peranan piping sebagai

    interkoneksi antar equipment.

    1.2.2 Signifikansi Masalah

    Dengan mengacu pada identifikasi permasalahan dan data - data proyek

    dapat disimpulkan ternyata pekerjaan piping memiliki kontribusi besar terhadap

    keterlambatan proyek. Tentu saja jika hal ini terus terjadi, maka kinerja waktu

    penyelesaian proyek akan bermasalah dan biaya akhir proyek kemungkinan besar

    akan bertambah. Oleh karena itu studi kasus masalah pekerjaan piping ini menjadi

    sangat penting untuk diteliti dikarenakan piping menjadi faktor dominan

    penyebab keterlambatan yang harus dikendalikan, dilakukan perbaikan untuk

    mencegah akibat yang ditimbulkan keterlambatan.

    1.2.3 Rumusan Masalah

    Pengontrolan dan pengendalian proyek merupakan hal yang mutlak

    dalam mencapai sasaran proyek. Sehingga ketika terjadi penyimpangan maka

    sebaiknya melakukan tindakan perbaikan sedini mungkin dan mengingat biaya

    adalah salah satu sasaran penting dari proyek, maka usaha yang dilakukan untuk

    mitigasi harus memperhitungkan biaya yang optimal.

    Sebelum melakukan mitigasi terlebih dahulu kita harus memahami faktor

    risiko apa saja yang berpengaruh pada kinerja waktu, selanjutnya menentukan

    mana faktor risiko dominan dan yang tidak dominan. Dalam melakukan mitigasi

    kita fokus pada faktor risiko dominan saja sehingga tindakan perbaikan menjadi

    tepat guna dan biaya yang digunakan merupakan biaya yang optimal. Sehingga

    dalam penyusunan karya tulis ini, timbul dua pertanyaan terhadap masalah yang

    terjadi, yaitu :

    - Faktor risiko dominan apa saja yang berpengaruh pada keterlambatan

    pekerjaan tahap konstruksi terutama pada pekerjaan piping?

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 6

    Universitas Indonesia

    - Bagaimana mendapatkan biaya mitigasi yang optimal dari faktor risiko

    dominan yang berpengaruh pada keterlambatan pekerjaan tahap

    konstruksi terutama pada pekerjaan piping?

    1.3 TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah untuk menjawab pertanyaan

    yang timbul di dalam rumusan masalah yaitu :

    - Mendapatkan faktor risiko dominan yang berpengaruh pada

    keterlambatan pekerjaan tahap konstruksi terutama pada pekerjaan

    piping. Didapatkan dari hasil penelitian sebelumnya.

    - Melakukan analisa dari faktor risiko dominan yaitu mendetailkan

    dampak dan penyebab, menjelaskan serta menentukan tindakan

    preventif dan korektif yang paling berdampak pada biaya dan

    selanjutnya melakukan analisa biaya tindakan preventif dan korektif

    sehingga dapat ditentukan biaya mitigasi yang optimal.

    1.4 MANFAAT PENELITIAN Berdasarkan tujuan penelitian, penulis berharap penelitian yang disusun

    ini dapat memberikan manfaat, diantaranya :

    1. Sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan pasca

    sarjana Fakultas Teknik Sipil Kekhususan Manajemen Proyek

    Universitas Indonesia.

    2. Bagi bidang akademik Universitas Indonesia, untuk melanjutkan

    beberapa penelitian yang relevan yang dapat dilihat dari sudut

    pandang yang berbeda sesuai dengan masalah yang penulis angkat.

    Kemudian diharapkan penelitian ini akan dilanjutkan kembali untuk

    dianalisa lebih dalam dengan sudut pandang yang berbeda pula.

    3. Bagi perusahaan jasa konstruksi dan EPC, untuk memberikan suatu

    masukan bagaimana menganalisa suatu peristiwa risiko yang

    kemungkinan terjadi pada proyek yang sedang berjalan.

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 7

    Universitas Indonesia

    1.5 BATASAN PENELITIAN Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa faktor risiko dominan yang

    berpengaruh pada kinerja waktu dan berdampak pada biaya pada salah satu

    proyek dari perusahaan EPC nasional yang ada. Di dalam penelitian ini dilakukan

    beberapa pembatasan masalah sesuai dengan fokus masalah yang ingin penulis

    angkat diantaranya :

    1. Penelitian dilakukan dari sisi kontraktor.

    2. Penelitian dilakukan pada proyek X.

    3. Penelitian yang dilakukan adalah fokus pada tindakan preventif dan

    korektif yang berpengaruh pada kinerja waktu dan berdampak pada

    biaya.

    1.6 METODOLOGI PENELITIAN

    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus

    keterlambatan proyek dengan data aktual dilapangan, kajian literatur yang

    barkaitan dengan penelitian, observasi, wawancara langsung dengan pelaksana

    proyek. Untuk identifikasi risiko sampai dengan didapatkannya faktor risiko

    dominan akan mengacu pada hasil penelitian sebelumnya untuk obyek proyek

    yang sama. Setelah semua data sudah dikumpulkan maka tahapan pertama yang

    dilakukan adalah survei kepada Proyek X untuk mendetailkan dampak dan

    penyebab terjadinya faktor risiko dominan, setelah itu variabel dampak dan

    penyebab divalidasi dengan pakar untuk menentukan variabel dampak &

    penyebab yang utama. Selanjutnya mendapatkan tindakan preventif dan korektif

    untuk setiap variabel dampak & penyebab. Selanjutnya variabel tindakan

    preventif dan korektif diolah menjadi kuesioner yang akan disebar kepada

    responden untuk mendapatkan mana tindakan preventif dan korektif yang paling

    berpengaruh pada waktu dan berdampak pada biaya. Selanjutnya dari hasil

    pendapat responden dilakukan analisa biaya yang optimal untuk tindakan

    preventif dan korektif. Simulasi untuk analisa biaya tindakan preventif dan

    korektif dilakukan dengan bantuan program analisa risiko @risk 4.5.

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 8

    Universitas Indonesia

    1.7 SISTEMATIKA PENULISAN

    Sistematika penulisan dalam tesis ini adalah sebagai berikut

    BAB I PENDAHULUAN

    Berisikan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah,

    tujuan penelitian, batasan masalah, manfaat penelitian, metodologi

    penelitian dan sistematika penulisan

    BAB II KAJIAN PUSTAKA

    Menguraikan tentang teori teori yang berhubungan dengan

    penelitian dan dijadikan sebagai acuan dalam penelitian antara lain

    : manajemen ruang lingkup, manajemen waktu, manajemen biaya,

    manajemen risiko, pengolahan data dan analisa sensitivitas.

    BAB III METODOLOGI PENELITIAN

    Menguraikan alur dan metode penelitian yang digunakan dalam

    pengumpulan dan analisa data.

    BAB IV GAMBARAN PROYEK SEBAGAI STUDI KASUS

    Berisikan gambaran proyek yang dibahas sebagai obyek penelitian.

    BAB V PENGUMPULAN DATA DAN ANALISA DATA

    Berisikan semua data pendukung untuk penelitian dan berisi

    tentang hasil analisa data.

    BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

    Berisikan kesimpulan dan saran sesuai dengan topik penelitian.

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 9

    Universitas Indonesia

    1.8 REFERENSI PENELITIAN

    1. Feryan Fadhin (Skripsi 2010)

    Strategi Pengendalian Waktu Berbasis Risiko Dalam Pelaksanaan

    Proyek EPC (Oil and Gas) (Studi Kasus : Proyek AB Pada PT. Y)

    2. Sarjono Puro (Tesis 2006)

    Tindakan Pencegahan Dan Perbaikan Terhadap Faktor Penyebab

    Keterlambatan Pada Pekerjaan Pondasi Dalam Di Wilayah Jabotabek

    3. Praritama (Tesis 2005)

    Tindakan Korektif Dan Preventif Terhadap Sumber Resiko Yang

    Menyebabkan Keterlambatan Pada Proyek Konstruksi Flyover Di

    Propinsi DKI Jakarta

    4. Wahyu Hidayat (Tesis 2007)

    Faktor Faktor Risiko Yang Menyebabkan Rendahnya Produktifitas

    Tenaga Kerja Terampil Yang Berpengaruh Terhadap Keterlambatan

    Waktu Proyek

    5. Laode M Shaidin (Tesis 2003)

    Pengaruh Tindakan Koreksi Pada Proses Pengendalian Biaya terhadap

    Kinerja Biaya Proyek

    6. Zul Effendi (Tesis 2003)

    Pengaruh Tindakan Koreksi Pada Proses Pengendalian Biaya Peralatan

    Terhadap Peningkatan Kinerja Biaya Proyek

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 10 Universitas Indonesia

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 PENDAHULUAN

    Untuk mendapatkan jawaban atas rumusan masalah yang sudah

    ditentukan dalam bab 1, maka diperlukan dasar pemikiran ilmiah yang dilandasi

    dengan teori - teori ilmiah yang berhubungan dengan topik penelitian. Dalam bab

    ini akan difokuskan pembahasan teori yang meliputi manajemen scope,

    manajemen waktu, manajemen biaya, manajemen risiko, analisa pengolahan data.

    Sebagai landasan dasar maka dalam bab ini juga akan dijelaskan kerangka

    berpikir untuk mendapatkan sasaran penelitian.

    Sasaran utama suatu proyek sering disebut dengan triple constraints,

    yaitu : waktu biaya ruang lingkup yang mencakup mutu. Batasan waktu adalah

    ketersediaan waktu dalam menyelesaikan proyek, batasan biaya adalah anggaran

    proyek yang sudah ditentukan sedangkan batasan ruang lingkup adalah ketentuan

    yang harus dihasilkan sesuai dengan sasaran proyek [7] (Jason, 2003).

    Mengacu pada PMBOK 4th edition, manajemen proyek terdiri dari 9

    (sembilan) knowledge area yaitu [8] (PMBOK, 2008) :

    1. Project Integration Management.

    2. Project Scope Management.

    3. Project Time Management.

    4. Project Cost Management.

    5. Project Quality Management.

    6. Project Human Resources Management.

    7. Project Communication Management.

    8. Project Risk Management.

    9. Project Procurement Management.

    Sembilan knowledge area di atas berhubugan dengan project

    management process groups yang terdiri dari [9] (PMBOK, 2008) :

    1. Initiating : mendefenisikan sebuah proyek baru atau sebuah tahapan

    baru dari proyek yang sudah ada untuk mendapatkan kapan proyek

    dimulai.

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 11

    Universitas Indonesia

    2. Planning : menetapkan lingkup pekerjaan, menentukan sasaran dan

    menentukan cara yang diperlukan untuk mencapai sasaran proyek.

    3. Executing : melaksanakan pekerjaan yang sudah ditentukan pada

    rencana manajemen proyek sampai selesai dan sesuai dengan

    spesifikasi.

    4. Monitoring & Controlling : memonitor, mereview progres kemajuan

    pekerjaan dan kinerja proyek, mengidentifikasi kemungkinan adanya

    perubahan dari rencana dan menentukan hal yang berhubungan

    dengan perubahan.

    5. Closing : menyelesaikan semua kegiatan terhadap semua proses

    yang ada untuk menutup proyek secara formal.

    2.2 PROJECT SCOPE MANAGEMENT

    Dalam sub bab ini akan dijelaskan proses dalam menentukan ruang

    lingkup dalam satu proyek yang mencakup input, tools & technique dan

    outputnya.

    2.2.1 Project Scope Management

    Project scope management adalah suatu proses untuk memastikan semua

    deliverable proyek sampai selesai. Mengelola ruang lingkup proyek menjadi

    perhatian utama dalam menentukan dan mengontrol mana yang termasuk ruang

    lingkup dan mana yang bukan. Proses dalam ruang lingkup manajemen proyek

    ada lima bagian seperti dijelaskan di bawah dan gambar 2.1 [10] (PMBOK, 2008)

    - Mengumpulkan Informasi : mendefenisikan dan mengumpulkan

    dokumen yang diperlukan stakeholder sesuai dengan sasaran proyek.

    - Mendefenisikan ruang lingkup kerja : menyiapkan detail gambaran

    proyek.

    - Menentukan work breakdown structure (WBS) : menyiapkan

    struktur pembagian kerja, pengelompokan paket paket pekerjaan dan

    menjadi komponen yang mudah dikontrol.

    - Memverifikasi ruang lingkup kerja : menyusun deliverable yang

    sudah pasti secara keseluruhan dari proyek.

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 12

    Universitas Indonesia

    - Pengontrolan : memonitor status proyek dan ruang lingkup serta

    mengontrol jika ada perubahan.

    Gambar 2.1 Project Scope Management Process Sumber : PMBOK, 2008

    2.2.2 Mengumpulkan Informasi

    Suksesnya sebuah proyek dipengaruhi oleh kemampuan untuk

    memahami dan mengelola apa yang diinginkan proyek termasuk mengukur,

    menentukan kebutuhan proyek dan keinginan dari semua stakeholder. Informasi

    ini menjadi landasan dalam menentukan work breakdown structure (wbs), biaya,

    jadwal, dan rencana pengendalian mutu [11] (PMBOK, 2008).

    2.2.3 Mendefenisikan Ruang Lingkup Pekerjaan

    Menyiapkan detail dari ruang lingkup proyek menjadi faktor yang

    penting dalam suksesnya sebuah proyek dan menentukan deliverable yang utama,

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 13

    Universitas Indonesia

    asumsi asumsi yang berlaku dan batasan yang sudah ditentukan pada tahap

    inisiasi proyek [12] (PMBOK, 2008).

    2.2.4 Menentukan Work Breakdown Structure (WBS)

    WBS adalah Pengelompokan elemen proyek yang berorientasi

    deliverable yang melingkupi semua kegiatan proyek. Pekerjaan yang tidak masuk

    dalam WBS merupakan pekerjaan diluar kegiatan proyek. Harus diidentifikasikan

    dalam satuan yang mudah dikelola, dibudgetkan, dischedulkan dan dikendalikan.

    WBS berfungsi sebagai baseline untuk pengukuran dan pengendalian kinerja

    proyek, meningkatkan akurasi estimasi cost, schedule dan resources [13] (Radian

    Z, 2009).

    2.2.5 Verifikasi Ruang Lingkup Kerja

    Verifikasi ruang lingkup pekerjaan yaitu mereview kembali apa yang

    menjadi deliverable proyek dengan sponsor proyek dan menginformasikan ruang

    lingkup secara formal kepada semua yang terlibat pada proyek [14] (PMBOK,

    2008).

    2.2.6 Pengontrolan

    Pengontrolan proyek bertujuan untuk memonitor yang sudah

    direncanakan dan memastikan semua perubahan, rekomendasi tindakan perbaikan

    berjalan dengan baik [15] (PMBOK, 2008).

    2.3 MANAJEMEN WAKTU

    Dalam sub bab ini akan dijelaskan tinjauan teori yang mencakup proses

    dalam manajemen waktu dan faktor - faktor yang berdampak pada manajemen

    waktu.

    2.3.1 Tinjauan Umum

    Proses perencanaan adalah menentukan apa yang harus dikerjakan,

    dikerjakan oleh siapa dan kapan akan dikerjakan. Ada sembilan komponen utama

    dalam tahap perencanaan yaitu [16] (Harold Kernzer, 2003) :

    - Objective (sasaran dan target).

    - Program (strategi).

    - Schedule (rencana mulai dan akhir pekerjaan).

    - Budget (rencana biaya untuk mencapai sasaran).

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 14

    Universitas Indonesia

    - Forecast (proyeksi hal yang terjadi).

    - Organization (team yang terlibat dan tanggung jawab).

    - Policy (kebijakan yang berlaku).

    - Procedure (prosedur).

    - Standart (kriteria team atau individu yang memenuhi syarat).

    Konsekwensi dari sebuah perencanaan yang tidak baik adalah [17]

    (Harold Kernzer, 2003) :

    - Inisiasi proyek yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

    - Semangat yang tidak jelas.

    - Kekecewaan, kekacauan, mencari cari yang salah.

    - Hukuman bagi yang tidak bersalah.

    - Promosi team baru diluar proyek.

    Beberapa masalah yang biasanya terjadi dalam menyiapkan sasaran

    proyek [18] (Harold Kernzer, 2003) :

    - Sasaran proyek bukan merupakan persetujuan semua tim proyek

    dan sasaran proyek terlalu kaku untuk dirobah.

    - Waktu yang tidak cukup dalam menentukan sasaran proyek.

    - Sasaran yang tidak terukur dan dokumentasi yang kurang baik.

    - Usaha antara client dan personel proyek yang tidak terkoordinasi.

    - Keluar masuknya personil proyek.

    Beberapa studi penelitian sudah dilakukan, bahwa adanya usaha yang

    dilakukan sebelum perencanaan (pre-project planning) sangat berhubungan

    dengan suksesnya suatu proyek, menetapkan hasil proyek dengan pre-project

    planning mengurangi risiko dan meningkatkan kinerja schedule sampai dengan

    40% [19] (Dr. Janaka, 2006).

    Perencanaan sebuah proyek sama halnya dengan menyusun suatu puzzle,

    yaitu mendapatkan setiap potongan tanpa ada yang hilang dan menyusun tiap

    potongan dengan logika sehingga didapatkan suatu gambar yang bagus. Sama

    halnya dengan perencanaan dalam konstruksi, harus ditentukan list yang komplit

    dari semua kegiatan dan menyusun tiap kegiatan dengan berbagai cara untuk

    mendapatkan kebutuhan proyek yang sesuai. Detail kegiatan dapat langsung

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 15

    Universitas Indonesia

    diambil dari gambar, dokumen kontrak, pengalaman proyek sebelumnya,

    consultant dan masukan dari beberapa pihak [20] (Dr. Tarek Hegazi , 2006).

    2.3.2 Manajemen Waktu

    Manajemen waktu adalah proses untuk mengelola waktu penyelesaian

    proyek dari awal sampai selesai, gambaran umum manajemen waktu menurut

    PMBOK dijelaskan pada gambar 2.2. Secara garis besar manajemen waktu dibagi

    menjadi enam bagian besar yaitu [21] (PMBOK, 2008) :

    - Menentukan kegiatan.

    - Menentukan urutan pekerjaan.

    - Estimasi sumber daya untuk pekerjaan.

    - Estimasi durasi pekerjaan.

    - Menyusun jadwal kerja.

    - Pengontrolan jadwal kerja.

    2.3.2.1 Menentukan Kegiatan

    Adalah proses identifikasi kegiatan yang spesifik untuk menghasilkan

    deliverable proyek dan akan menjadi landasan dasar untuk estimasi, penjadwalan,

    eksekusi dan pengontrolan [22] (PMBOK, 2008).

    2.3.2.2 Menentukan Urutan Pekerjaan

    Adalah proses menentukan urutan kegiatan dalam satu proyek dimana

    antara kegiatan dihubungkan dengan masuk akal, tiap kegiatan harus dihubungkan

    paling tidak terhadap pekerjaan sebelum atau pekerjaan sesudahnya [23]

    (PMBOK, 2008).

    Ada empat jenis hubungan antara kegiatan dalam satu proyek [24]

    (PMBOK, 2008) :

    FS (Finish to Start) : Mulainya suatu kegiatan bergantung pada

    selesainya kegiatan pendahulunya.

    SS (Start to Finish) : Mulainya suatu kegiatan bergantung pada

    mulainya kegiatan pendahulunya.

    FF (Finish to Finish) : Selesainya suatu kegiatan bergantung pada

    selesai kegiatan pendahulunya.

    SF (Start to Finish) : Selesainya suatu kegiatan bergantung pada

    mulainya kegiatan pendahulunya.

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 16

    Universitas Indonesia

    Gambar 2.2 Gambaran Manajemen Waktu Sumber : PMBOK, 2008

    2.3.2.3 Estimasi Sumber Daya Untuk Pekerjaan

    Estimasi jenis dan jumlah untuk material, manpower, alat dan persediaan

    lain untuk mendukung pelaksanaan kegiatan [25] (PMBOK, 2008).

    2.3.2.4 Estimasi Durasi Kegiatan

    Estimasi perkiraan lamanya waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan

    pekerjaan dengan menggunakan acuan informasi dari ruang lingkup kerja, jenis

    sumber daya, estimasi jumlah sumber daya dan kalender kerja [26] (PMBOK,

    2008).

    2.3.2.5 Menyiapkan Jadwal Pekerjaan.

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 17

    Universitas Indonesia

    2.3.2.5.1 Tinjauan Umum.

    Untuk menyiapkan jadwal pekerjaan maka perlu menganalisa urutan

    pekerjaan, durasi, kebutuhan sumber daya dan batasan batasan yang ada dan

    biasanya prosesnya bisa berulang. Menentukan rencana mulai dan selesainya

    proyek termasuk milestone [27] (PMBOK, 2008).

    Tujuan utama dari penjadwalan adalah memberi gambaran yang

    menjelaskan bagaimana dan kapan proyek akan selesai sesuai dengan yang sudah

    ditentukan pada project scope oleh tim proyek [28] (PMI, 2007). Kebanyakan

    orang cenderung langsung menggunakan software untuk scheduling dan berpikir

    bisa menghasilkan manager proyek yang instan, merupakan ide yang salah karena

    pada kenyataannya hampir tidak mungkin bisa menggunakan software scheduling

    kecuali sudah memahami tentang project management dan scheduling. Awalnya

    sistem penjadwalan hanya berupa diagram garis garis (bar charts) yang dibuat

    pertama kali oleh Henry Gantt dan sering kita sebut dengan Gantt Chart, tetapi

    bar charts mempunyai kelemahan, susah menentukan dampak keterlambatan

    suatu pekerjaan karena bar charts tidak menunjukkan ketergantungan antar

    kegiatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dibuatlah dua metode

    penjadwalan yaitu : Critical Path Method yang dibuat oleh Du Pont dan Program

    Evaluation and Review Technique yang dibuat oleh U.S Navy and The Booze, dua

    duanya menggunakan diagram panah untuk menjelaskan sequence kerja dan

    hubungan ketergantungan tiap aktivitas dalam proyek. Critical Path Method

    dibagi menjadi dua bagian yaitu : Precedence Diagram Method (diagram

    precedence) seperti dijelaskan pada gambar 2.3 dan Arrow Diagram Method

    (diagram anak panah) seperti dijelaskan pada gambar 2.4 [29] (James P Lewis,

    2007).

    Gambar 2.3 Precedence Diagram Method (diagram precedence) Sumber : Fundamental of Project Management, 3rd edition, 2007

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 18

    Universitas Indonesia

    Precedence Diagram Method : informasi kegiatan dipresentasikan dalam

    kotak dan hubugan antar kegiatan dengan garis penghubung, biasanya dimulai

    dengan kegiatan yang paling kiri.

    Gambar 2.4 Arrow Diagram Method (diagram anak panah) Sumber : Fundamental of Project Management, 3rd edition, 2007

    Arrow Diagram Method : kegiatan digambarkan dalam bentuk panah

    yang menyatakan deskripsi kegiatan, durasi dan sumber dayanya.

    Keuntungan antara Precedence Diagram Method dan Arrow Diagram

    Method antara lain [30] (James P Lewis, 2007) :

    - Mengetahui apakah completion date project dapat tercapai

    - Mengetahui mana kegiatan yang harus selesai pada waktunya, mana

    kegiatan yang masih bisa diundur

    - Mengetahui critical path (jalur kritis) dari suatu proyek yaitu

    kegiatan yang mempunya durasi terpanjang dan tidak bisa dilakukan

    paralel.

    Teknik penjadwalan sangat membantu dalam mencapai sasaran proyek

    dan yang umum dipakai adalah [31] (Harold Kerzner, 2003) :

    1. Gantt or Bar Chart

    2. Milestone Chart

    3. Networks

    - Program Evaluation and Review Technique (PERT)

    - Arrow diagram method (ADM)

    - Precedence diagram method (PDM)

    - Graphical Evaluation and Review Technique (GERT)

    Keuntungan dari network scheduling techniques antara lain :

    - Formatnya menjadi landasan utama untuk perencanaan, prediksi dan

    acuan bagi manajemen dalam mengambil keputusan bagaimana

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 19

    Universitas Indonesia

    menyiapkan sumber daya untuk melakukan proyek tepat waktu dan

    sesuai sasaran.

    - Membantu manajemen dalam mengevaluasi alternatif lain lewat

    beberapa pertanyaan yang muncul seperti : berapa lama

    keterlambatan yang berdampak pada penyelesain proyek, mana

    kegiatan yang kritis dan mana kegiatan yang punya waktu luang.

    - Membantu untuk mendapatkan kerangka untuk pelaporan.

    - Membantu untuk mengidentifikasi jalur terpanjang, jalur kritis dan

    membantu untuk penjadwalan analisa risiko.

    2.3.2.5.2 Penjadwalan Sumber Daya.

    Penjadwalan sumber daya seperti tenaga kerja, peralatan, material dan

    modal / biaya dapat merupakan bagian dari master schedul atau dapat juga

    sebagai bagian yang terpisah dari master schedule.

    Untuk proyek yang cukup kompleks, pemilahan schedule sumber daya

    dari master schedule, dengan detailnya dilakukan subschedule, adalah langkah

    terbaik untuk memudahkan monitoring. Tujuan penjadwalan sumber daya adalah

    memastikan jumlah atau jenis sumber daya dapat diketahui sejak awal dan

    tersedia biila dibutuhkan. Tetapi bila ketersediaan sumber daya terrbatas, maka

    biasanya durasi proyek menjadi lebih lambat dari yang direncanakan. Sebaliknya,

    dengan menambah jumlah sumber daya, durasi proyek dapaat dipercepat. Bila

    ketersediaan sumber daya cukup tetapi distribusi selama berlangsungnya proyek

    berfluktuasi, maka hal ini akan mengurangi tingkat efektivitas dan efisiensi

    penggunaan sumber daya. Bila jumlah sumber daya yang dimiliki terbatas dan

    ketersediaannya tidak mencukupi, sedangkan durasi adalah batasan kurun waktu

    proyek, maka penjadwalan dapat dilakukan dengan perataan sumber daya

    (resources leveling) [32] (Ir. Abrar Husen, MT, 2009).

    2.3.2.5.3 Penjadwalan Sumber Daya Yang Terbatas.

    Sumber daya yang terbatas adalah salah satu alasan mengapa

    penjadwalan diperlukan. Penjadwalan dimaksudkan supaya pelaksanaan proyek

    tetap dapat berlangsung, caranya dengan mengoptimalkan penggunaan sumber

    daya.

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 20

    Universitas Indonesia

    Sumber daya yang terbatas karena ketersediaannya yang memang langka

    dapat membuat masalah besar bagi pelaksanaan proyek, karena hal ini akan

    memengaruhi durasi proyek. Makin sedikit jumlah ketersediaannya, durasi proyek

    akan semakin lama karena banyak kegiatan yang tidak dapat dilakukan. Ujung

    ujungnya adalah adanya sangsi dari pemilik proyek yang berupa denda atau

    pemutusan hubungan kerja sepihak karena keterlambatan proyek. Oleh karena itu,

    perencanaan sumber daya yang langka seperti peralatan / mesin dengan teknologi

    tinggi, tukang khusus ukir / pahat, dan material yang harus diimpor harus

    direncanakan dan dibuat sebaik mungkin agar kegiatannya, tidak terganggu [33]

    (Ir. Abrar Husen, MT, 2009).

    Ada dua jenis batasan (constraints) yang harus diperhatikan dalam

    penjadwalan proyek, karena batasan tersebut berpengaruh terhadap waktu kerja

    dari suatu kegiatan. Dua batasan tersebut adalah :

    1. Logical constraints, batasan yang diakibatkan oleh hubungan antar

    kegiatan

    2. Resources constraints, batasan yang diakibatkan oleh ketersediaan

    sumber daya

    Selain itu, ada 4 aturan yang dapat diterapkan pada penjadwalan proyek

    dalam hubungannya, dengan alokasi sumber daya yang terbatas, yaitu :

    1. Aturan 1, memprioritaskan kegiatan yang mempunyai nomor J-node

    terkecil, lalu dilakukan penjadwalan terhadap kegiatan tersebut

    dengan basis kontinu (Continuous Basis)

    2. Aturan 2, memberikan prioritas pada kegiatan kritis atau mendekati

    kritis dengan total float paling rendah, lalu dilakukan penjadwalan

    terhadap kegiatan tersebut dengan cara basis kontinu (Continuous

    Basis)

    3. Aturan 3, memberikan prioritas pada kegiatan yang mempunyai

    durasi paling pendek, lalu dilakukan penjadwalan terhadap kegiatan

    tersebut dengan cara basis kontinu (Continuous Basis)

    4. Aturan 4, setelah salah satu dari 3 aturan diatas terpenuhi, diberikan

    prioritas pada kegiatan dengan prioritas rendah dengan cara basis

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 21

    Universitas Indonesia

    terputus (non continuous basis), kemudian dilakukan interupsi oleh

    kegiaatan yang lebih tinggi prioritasnya.

    2.3.2.5.4 Perataan Sumber Daya (Resources Leveling).

    Perataan sumber daya adalah meratakan frekuensi alokasi sumber daya

    dengan tujuan memastikan bahwa jumlah / jenis sumber daya dapat diketahui dari

    awal dan tersedia bila dibutuhkan. Biasanya bila jumlah sumber daya dikurangi,

    durasi akan bertambah, begitu juga sebaliknya.

    Hal lain yang perlu diperhatikan dalam perataan sumber daya adalah

    mengidentifikasikan sumber daya yang terbatas dan yang dibutuhkan untuk

    seluruh jumlah durasi dari suatu proyek. Ini karena alokasi sumber daya yang

    langka dan ketersediaannya terbatas harus diprioritaskan. Bila ketersediaannya

    tidak mencukupi, pengadaannnya akan menimbulkan biaya yang lebih tinggi.

    Perataan sumber daya dimaksudkan agar alokasi tingkat pemakaian sumber daya

    dapat diketahui sehingga penyelesaian proyek menjadi lebih logis. Dalam

    perataan sumber daya, biasanya durasi proyek dianggap tetap. Sedangkan jumlah

    sumber daya diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan ketersediaan. Ada

    beberapa pola distribusi sumber daya selama durasi proyek, yaitu :

    1. Pola kebutuhan sumber daya sepanjang durasi proyek dengan bentuk

    berfluktuasi

    Gambar 2.5 Pola Kebutuhan Sumber Daya (Berfluktuasi)

    Sumber : Ir. Abrar Husen, MT, 2009

    Luas area = 1200 resources days adalah jumlah sumber daya yang

    dibutuhkan selama durasi proyek 120 hari. Pola di atas dapat dilakukan

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 22

    Universitas Indonesia

    bila sumber daya tertentu seperti tukang, yang dibutuhkan dengan jumlah

    maksimum 15 pada hari hari tertentu, dikurangi pada hari yang lain.

    Namun untuk sumber daya mobile crane hal ini agak sulit dilakukan

    karena mobilisasi mobile crane terganggu dengan pemakaian yang

    berfluktuasi seperti di atas.

    2. Pola kebutuhan sumber daya sepanjang durasi proyek dengan jumlah

    tetap

    Gambar 2.6 Pola Kebutuhan Sumber Daya (Tetap)

    Sumber : Ir. Abrar Husen, MT, 2009

    Luas area = 1200 resources days adalah jumlah sumber daya yang

    dibutuhkan selama durasi proyek 120 hari. Pola ini mempunyai tingkat

    pemakaian sumber daya yang sama selama durasi proyek. Akan tetapi,

    agak sulit melakukan penjadwalan proyek dengan tingkat kebutuhan

    sumber daya yang selalu sama.

    3. Pola kebutuhan sumber daya sepanjang durasi proyek dengan bentuk

    bervariasi.

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 23

    Universitas Indonesia

    Gambar 2.7 Pola Kebutuhan Sumber Daya (Bervariasi) Sumber : Ir. Abrar Husen, MT, 2009

    Luas area = 1200 resources days adalah jumlah sumber daya yang

    dibutuhkan selama durasi proyek 120 hari. Pola ini mempunyai tingkat

    pemakaian sumber daya yang disesuaikan dengan kondisi proyek. Pada

    awal proyek jumlahnya sedikit, kemudian pada pertengahan proyek

    dibutuhkan sumber daya maksimum 12 per hari, dan turun hingga akhir

    proyek.

    Metode perataan sumber daya bertujuan mendapatkan pola

    kebutuhan sumber daya yang sesuai. Metode ini dapat dilakukan dengan

    cara :

    1. Memulai seluruh kegiatan proyek berada di antara waktu mulai

    paling awal (early start time) dan waktu mulai paling lambat (late

    start time), sehingga durasi proyek tidak bertambah.

    2. Berdasarkan ketersediaan waktu yang dibatasi dengan mengatur

    jumlah sumber daya yang dibutuhkan.

    3. Berdasarkan ketersediaan sumber daya yang terbatas dengan

    menambah durasi proyek.

    4. Berdasarkan penjadwalan dengan membuat diagram batang

    nonkontinu.

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 24

    Universitas Indonesia

    2.3.2.6 Mengontrol Jadwal Pekerjaan.

    Mengontrol adalah memonitor status progres proyek dan mengontrol

    setiap perubahan jadwal terhadap baseline schedule. Pengontrolan fokus pada hal

    hal di bawah ini [34] (PMBOK, 2008) :

    - Menentukan status terbaru dari jadwal proyek.

    - Memahami faktor yang berdampak pada perubahan jadwal.

    - Menentukan jika ada perubahan jadwal kerja.

    - Mengelola setiap perubahan jadwal yang terjadi.

    Mengontrol identik dengan kekuatan dan perintah tetapi tidak jarang

    seorang manajer proyek punya banyak tanggung jawab tetapi punya otoritas yang

    kecil, hal ini dibuktikan lewat survey kepada beberapa coorporate officer

    (presidents dan vice president) bahwa otoritas penuh pada coorporate office tidak

    menjamin orang lain melakukan apa yang mereka inginkan [35] (James P Lewis,

    2007).

    Defenisi controlling dalam suatu proyek adalah tindakan

    membandingkan aktual progress terhadap rencana semula sehingga tindakan

    perbaikan dapat dilakukan secepatnya pada saat terjadi penyimpangan rencana.

    Satu cara yang baik untuk mengontrol proyek adalah tiap individu dalam tim

    proyek harus mengontrol pekerjaan masing masing dan beberapa hal yang perlu

    diperhatikan oleh setiap individu dalam tim proyek adalah [36] (James P Lewis,

    2007) :

    - Apa yang harus dikerjakan harus jelas.

    - Memahami rencana bagaimana melakukan pekerjaan tersebut.

    - Pengalaman dan sumber daya yang cukup untuk melakukan

    pekerjaan tersebut.

    - Selalu ada masukan dari setiap pekerjaan yang dilakukan.

    - Otoritas yang jelas dalam mengambil tindakan perbaikan ketika ada

    penyimpangan rencana.

    Project controlling pada dasarnya lebih sering berhubungan dengan

    jadwal, laporan progress, laporan biaya. Nilai tambah dalam project control selain

    sebatas laporan adalah analisa jadwal, analisa kecenderungan progres dan biaya

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 25

    Universitas Indonesia

    proyek,mengidentifkasi perubahan, dan tindakan koreksi ketika ditemukan adanya

    penyimpangan pada proyek [37] (Mr. Nicholas, JC, 2005).

    Beberapa tools dan technique dalam pengontrolan proyek [38] (PMBOK,

    2008) :

    - Project Review : membandingkan dan menganalisa kinerja jadwal

    seperti jadwal mulai dan jadwal selesai, presentasi pekerjaan yg

    sudah selesai, sisa waktu,biasanya dalam konsep earn value

    mangement disebut dengan schedule varian.

    - Varian Analysis : ukuran kinerja jadwal dalam hal ini schedule

    varian (SV) dan schedule performance index (SPI) biasanya

    digunakan untuk menilai besarnya penyimpangan terhadap baseline

    schedule.

    - Project Management Software : software manajemen proyek dapat

    membantu untuk mengetahui selisih antara rencana dan aktual

    dimulainya pekerjaan, juga mendapatkan prediksi berapa lama

    penyimpangan jadwal dikarenakan adanya perubahan jadwal.

    - Resources Leveling : mengoptimalkan pendistribusian sumber daya

    pada pekerjaan.

    - What if Scenario Analysis : dilakukan untuk keadaaan apa yang

    harus dilakukan jika penyimpangan setelah perbaikan tetap terjadi

    biasanya menggunakan sistim komputer untuk menemukan skenario

    yang lain, monte carlo salah satu alat yang umum dipakai.

    - Adjust Leads and Lags : digunakan untuk jadwal yang sudah

    terlambat supaya tetap mengacu pada jadwal yang sudah

    direncanakan.

    - Schedule Compression : digunakan untuk jadwal yang sudah

    terlambat supaya tetap mengacu pada jadwal yang sudah

    direncanakan.

    Keterlambatan proyek konstruksi dapat dikelompokkan menjadi tiga

    bagian yaitu [39] (Mr. Khalid, 2005) :

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 26

    Universitas Indonesia

    - Excusable compensable delay : disebabkan oleh owner dan adanya

    perpanjangan waktu dan penambahan biaya yang akan dibayar

    owner.

    - Excusable noncompensable delay : disebabkan oleh bencana alam

    dan kontraktor bisa mengajukan perpanjangan waktu.

    - Non-excusable delay : disebabkan oleh kontraktor dan owner akan

    mengenakan finalti pada kontraktor.

    Beberapa hal yang menyebabkan keterlambatan proyek [40] (Mr.

    Massimoluigi C, 2005) :

    - Pemahaman yang kurang tentang proyek (scope, technical,

    specification, project environment).

    - Pemahaman yang kurang terhadap kontrak.

    - Kurang pengalaman pada proyek yang sama.

    - Pengalaman manajerial yang kurang antara tim proyek.

    - Kadang kapasita keuangan yang tidak memadai.

    Jika dilakukan identifikasi penyebab keterlambatan proyek, maka

    klasifikasi penyebab keterlambatan pada suatu proyek digunakan pendekatan

    melalui pihak pihak yang berperan atas keterlambatan yakni sebagai faktor

    internal, serta faktor eksternal yang diuraikan sebagai berikut :

    1. Faktor Internal

    Faktor internal adalah penyebab keterlambatan yang disebabkan

    pleh pihak pelaksana proyek. pada proyek konstruksi, pihak pelaksana

    proyek adalah kontraktor. Pada faktor internal atau faktor pelaksanaan,

    aspek aspek yang potensial dapat menyebabkan keterlambatan

    diantaranya, karena faktor material, alat, pekerja serta manajemen

    pelaksanaan [41] (Ahuya, H.N, 1976).

    2. Faktor Eksternal

    Faktor eksternal merupakan faktor keterlambatan yang

    disebabkan oleh pihak pihak diluar pihak pelaksana proyek, tetapi

    berperan secara langsung atas proses konstruksi. Faktor ekternal tersebut

    dapat meliputi keterlambatan yang disebabkan oleh pihak owner,

    pengawas, serta dari alam.

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 27

    Universitas Indonesia

    - Penyebab yang disebabkan oleh keadaan alam [42] (Clark

    Wilson, 2002) :

    Kondisi kondisi lokasi yang tidak sesuai dengan yang

    diharapkan

    Cuaca yang kurang baik dan Peperangan

    Bencana alami seperti banjir, api, dan gempa bumi

    Tindakan dari pejabat negara

    - Penyebab dari pihak pemilik (Owner) [43] (CM Popescu, C

    Charoengam, 1995) :

    Pembebasan lahan di sekitar lokasi proyek

    Keterlambatan memberikan Surat Perintah Kerja

    Penyediaan dana yang tidak mencukupi

    Kegagalan dalam menyediakan perlengkapan atau

    komponen material

    Menghambat pekerjaan

    Faktor faktor keterlambatan yang mempengaruhi kinerja kontraktor

    dapat dirangkum dalam tabel dibawah ini [44] (MZ Abd Majid and Ronald MC

    Cafffer, 1998)

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 28

    Universitas Indonesia

    Tabel 2.1 Faktor Faktor Keterlambatan Pada Tiap Aspek Sumber : MZ Abd Majid and Ronald MC Cafffer, 1998

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 29

    Universitas Indonesia

    Beberapa cara pengontrolan proyek yang dapat diaplikasikan pada

    kontraktor dan owner [45] (Mr. Nicholas J. Candela, 2005) :

    - Update Process : diskusikan langsung tiap individu mengapa proyek

    terlambat dan temukan jawabanya jika akibat keterlambatan

    dikarenakan oleh pihak lain.

    - Standard Report : siapkan format laporan yang nyaman dipahami

    tim proyek setiap minggu.

    - Written Analysis : komunikasikan dan dokumentasikan hasil analisa,

    forecasting termasuk dampak dari keterlambatan schedule, cost over-

    runs, cost under-runs.

    - Critical Path Analysis, schedule slippage and float analysis: analisa

    jalur kritis, schedule yang terlambat dan float analysis harus selalu

    dikomunikasikan dengan tim terkait.

    - Productivity Analysis : untuk mengevaluasi kinerja sumber daya

    terhadap waktu yang terpakai.

    - Change Management Analysis : harus proactive sebagai acuan

    manajemen dalam mengambil keputusan.

    - Cost Forecasting and Analysis : analisa biaya yang sudah terpakai

    dan rencana biaya sampai proyek selesai.

    - Analysis of Project Curve : diagram yang simpel (S-curve atau

    histogram) dapat menjelaskan ringkasan detail schedule, earn value

    dan cost report.

    Menurut R.J Mockler (1972), pengontrolan didefinisikan sebagai usaha

    yang sistematis untuk menentukan standar yang sesuai dengan sasaran dan tujuan

    perencanaan, merancang sistem informasi, membandingkan pelaksanaan dengan

    standar, menganalisis kemungkinan penyimpangan, kemudian melakukan

    tindakan koreksi yang diperlukan agar sumber daya dapat digunakan secara

    efektif dan efisien dalam rangka mencapai sasaraan dan tujuan.

    Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pengendalian

    membutuhkan standar atau tolak ukur sebagai pembanding, alaat ukur kinerja, dan

    tindakan koreksi yang akan dilakukan bila terjadi penyimpangan. Kegiatan yaang

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 30

    Universitas Indonesia

    dilakukan daalam proses pengendalian dapat berupa pengawasan, pemeriksaan

    serta tindakan koreksi, yang dilakukan selama proses implementasi.

    Sasaran dan tujuan proyek seperti optimasi kinerja biaya, mutu, waktu

    dan keselamatan kerja harus memiliki format standar dan kriteria sebagai alat

    ukur, agar dapat mengindikasikan pencapaian kinerja proyek. Alat ukur yang

    digunakan dapat berupa jadwal, kuantitas pekerjaan, standar mutu/spesifikasi

    pekerjaan, serta standar keselamatan dan kesehatan kerja, yang untuk selanjutnya

    diproses dalam suatu sistem informasi. Sistem informasi ini mengolah data data

    yang kemudian menghasilkan informasi penting untuk pengambilan keputusan.

    Bila hasil informasi mengindikasikan terdapat penyimpangan terhadap

    standar yang telah ditentukan, tindakan selanjutnya adalah melakukaan koreksi,

    seperti mengubah metode pelaksanaan, mengeluarkan biaya untuk penaambahan

    tenaga kerja, peralatan, dan material serta perbaikan penjadwalan, perbaikaan

    mutu pekerjaan yang disesuaikan dengan standar dan kebutuhan sesungguhnya

    [46] (Ir. Abrar Husen, MT, 2009).

    2.3.2.7 Produktifitas

    Produktivitas memiliki beberapa pengertian. Dalam statistik

    pembangunan nasional dinyatakan sebagai output yang dihasilkan dibagi dengan

    input, seperti jam tenga kerja atau biaya tenaga kerja. Bagi pemilik (owner)

    perusahaan atau proyek mungkin dapat berarti biaya per unit dari hasil yang

    diproduksi oelh fasilitas yang dimiliki. Bagi kontraktor, ukurannya adalah jumlah

    atau prosentase dari biaya lebih kecil atau dibawah dari pembayaran yang diterima

    dari pemilik proyek [47] (Oglesby, 1989).

    Nilai acuan dari produktivitas dihitung berdaasarkan setiap data lamanya

    durasi jam kerja dan jumlah yang terpasang atau dihasilkan dalam harian dimana

    tidak ada perubahan pekerjaan atau pekerjaan ulang, gangguan atau kerusakan dan

    cuaca buruk [48] (H. Randolph Thomas, Carmen L. Napolitan. 1995)

    Produktivitas mengacu pada total dari jumlah yang diproduksi dalam

    periode waktu tertentu, sedangkan produktivitas mengacu pada jumlah yang

    diproduksi per jam pekerja (work hour). Produktivitas yang buruk menghasilkan

    biaya yang tinggi per unitnya. Untuk meningkatkantotal produktivitas, total jam

    kerja harus dikurangi.

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 31

    Universitas Indonesia

    Membicarakan produktivitas dalam konstruksi hendaknya pertama

    tama dilihat dari pihak pihak yang terlibat dan peraturan yang berlaku. Dalam

    proyek konstruksi, secara sederhana terdapat empat pihak atau grup penting yang

    mempengaruhi produktivitas, yaitu pemilik (owner), perancang (designer),

    kontraktor dan tenaga kerja (labor) [49] (Oglesby. Op.Cit h.13)

    Dalam rangka pengajuan tender, produktivitas akan sangat besar

    pengaruhnya terhadap biaya total proyek, minimal pada aspek jumlah tenaga kerja

    dan fasilitas yang diperlukan. Proyek konstruksi pada umumnya berlangsung

    dalam kondisi yang berbeda beda, sehingga dalam merencanakan dan

    mengalokasikan tenaga kerja sebaiknya dilengkapi dengan analisis tingkat

    produktivitas berdasarkan faktor faktor mempengaruhinya pada setiap lokasi

    proyek. Faktor faktor tersebut misalnya keadaan geografis, iklim, keterampilan

    tenaga kerja yang ada, pengalaman dan pengaturan yang berlaku. [50] (Oglesby.

    Op. Cit. H.14).

    Nilai produktivitas merupakan suatu nilai prosentase dari seorang atau

    gruup tenga kerja berdasarkan suatu acuan berupa waktu yang dibutuhkan untuk

    menyelesaikan pekerjaan tersebut. Untuk mendapatkaan nilai tersebut, maka harus

    dilakukan pengukuran, sebab pengukuran tersebut merupakan suatu alat

    manajemen yang sangat penting dalam membantu mengevaluasi pengalokasian

    dan kebutuhan tenaga kerja serta penghematan waktu yang dapat direalisasikan.

    Produktivitas bervariasi berdasarkaan aplikasinya pada setiap pekerjaan

    yang berbeda di industri konstruks. Dalam mengukur nilai produktivitas ada

    beberapa model, yaitu economic models, project-specific models, dan activity

    oriented models. Pada pelaksanaan proyek di lapangan, kontraktor sering tertarik

    pada produktivitas tenaga kerja. Hal tersebut dapat dijelaskan dalam pengertian

    dibawah ini [51] (Thomas and Mathew 1985) :

    - Produktivitas tenaga kerja = Output / Labour Cost

    - Produktivitas tenaga kerja = Output / Work hour

    Produktivitas juga dapat dijelaskan sebagai berikut :

    - Produktivitas = Output / input

    - Produktivitas = Unit / work hour

    - Produktivitas = Total output / Total work hours

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 32

    Universitas Indonesia

    2.4 MANAJEMEN BIAYA

    Dalam sub bab ini akan dijelaskan tinjauan teori yang mencakup proses

    dalam manajemen biaya, faktor - faktor yang berdampak pada manajemen biaya

    dan beberapa jurnal penelitian yang membahas tentang pengaruh manajemen

    biaya pada proyek.

    2.4.1 General

    Manajemen biaya proyek adalah suatu proses yang mencakup

    perencanaan, estimasi, penganggaran dan pengendalian biaya agar proyek dapat

    diselesaikan dengan anggaran yang sudah ditentukan. Gambaran umum

    manajemen biaya dapat dijelaskan pada gambar 2.8 dan manajemen biaya dibagi

    atas tiga bagian besar [52] (PMBOK, 2008) :

    - Estimasi biaya : melakukan penaksiran terhadap biaya yang

    dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek.

    - Menentukan anggaran : mengumpulkan estimasi tiap kegiatan atau

    paket pekerjaan untuk menentukan total biaya yang akan dijadikan

    acuan anggaran proyek.

    - Mengontrol biaya : mengontrol status pengeluaran dalam proyek dan

    memonitor perubahan terhadap rencana awal biaya.

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 33

    Universitas Indonesia

    Gambar 2.8 Gambaran Umum Manajemen Biaya Sumber : PMBOK, 2008

    Pengontrolan biaya pada umumnya hal yang sama penting buat semua

    perusahaan tanpa memandang ukuran perusahaannya. Banyak orang tidak paham

    dengan istilah pengontrolan biaya karena pengontrolan biaya tidak hanya sebatas

    monitor dan menyalin data tetapi yang paling penting adalah menganalisa status

    keuangan untuk melakukan tindakan koreksi sebelum terjadi kesalahan. Secara

    komplit pengontrolan biaya menggambarkan manajeman biaya yang baik yang

    harus meliputi [53] (Harold Kerzner, 2003) :

    - Cost Estimating.

    - Cost Accounting.

    - Project Cash Flow.

    - Company Cash Flow.

    - Direct Labor Costing.

    - Overhead Rate Costing.

    - Cara lain seperti : insentif, finalty, dan bagi hasil

    Optimasi biaya..., Maruahal Sihombing, FT UI, 2011

  • 34

    Universitas Indonesia

    Aspek yang sangat penting dari pengontrolan biaya proyek adalah

    memahami defenisi dari pengontrolan biaya. Dibawah ini merupakan hal- hal

    yang diharapkan dari pengontrolan biaya [54] (Bill G T) :

    - Sistim yang bisa menampilkan pemasukan dan pengeluaran setiap

    satu produk selesai dilaksanakan.

    - Mudah diakses untuk proyek yang sedang berjalan dan mudah

    dianalisa status proyeknya setiap saat.

    - Mudah membandingkan antara progress proyek dengan besarnya

    pengeluaran.

    - Meminimalkan pembengkakan biaya dengan mendeteksi sedini

    mungkin dan mengarahkannya kembali.

    Beberapa proyek mengalami kinerja yang tidak baik karena tidak tanggap

    pada risiko dan kurang adanya tanggung jawab dalam mengambil keputusan.

    Beberapa faktor yang menyebabkan suatu proyek overrun antara lain [55] (D