.2017-12-21 · BAB II. PERENCANAAN STRATEJIK 2.1. Rencana Stratejik ... Plat duiker sepanjang 68

download .2017-12-21 · BAB II. PERENCANAAN STRATEJIK 2.1. Rencana Stratejik ... Plat duiker sepanjang 68

of 154

  • date post

    26-Apr-2019
  • Category

    Documents

  • view

    216
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of .2017-12-21 · BAB II. PERENCANAAN STRATEJIK 2.1. Rencana Stratejik ... Plat duiker sepanjang 68

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM TAHUN 2005

i

PENGANTAR Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, bahwa setelah berakhirnya suatu Tahun Anggaran setiap Lembaga Pemerintah wajib menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerjanya masing-masing. Demikian halnya Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum, sebagai Lembaga Pemerintah Tingkat Eselon I telah berhasil menyelesaikan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) sebagai wujud pertanggungjawaban dalam mengemban tugas pokok dan fungsinya selama Tahun 2006, yang selanjutnya disebut sebagai Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2006. Dalam proses penyusunan laporan yang menyajikan segala kegiatan sekaligus sebagai piranti untuk mengukur keberhasilan kinerja selama satu tahun, sepenuhnya mengacu pada Keputusan Lembaga Administrasi Negara No. 239/IX/6/8/2003, tanggal 25 Maret 2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Meskipun telah ditetapkan bahwa sebagai landasan penyusunan adalah RENSTRA Departemen Pekerjaan Umum Tahun 2005-2009, namun agar terdapat kesinambungan isi laporan, maka landasan yang digunakan pada Rencana Stratejik Direktorat Jenderal Cipta Karya adalah Rencana Stratejik Tahun 2005 2009, sehingga laporan ini dapat tetap mencerminkan sasaran pencapaian yang konsisten selama kurun waktu 5 (lima) tahun, dengan demikian LAKIP Tahun 2005 menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari LAKIP-LAKIP tahun berikutnya. Apa yang kami sajikan dalam bentuk laporan ini, telah kami upayakan semaksimal mungkin, namun kami yakin masih terdapat kekurangan ataupun kesalahan yang masih perlu disempurnakan, untuk itu kami sangat mengharapkan adanya kritik, sumbang saran serta masukan untuk perbaikannya. Akhirnya kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya tugas yang diemban oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya pada tahun 2006 yang lalu.

Jakarta, Maret 2007 Direktur Jenderal,

Ir. Agoes Widjanarko, MIP NIP. 110023320

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM TAHUN 2006

ii

DAFTAR ISI

PENGANTAR .................................................................................... i

DAFTAR ISI ..................................................................................... ii

IKHTISAR EKSEKUTIF ..................................................................... iii

BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Lingkup Tugas....................................................................... 1 1.2. Struktur Organisasi ................................................................ 1 1.3. Kondisi yang Mempengaruhi ................................................... 5

BAB II. PERENCANAAN STRATEJIK 2.1. Rencana Stratejik

2.1.1. Visi ............................................................................. 6 2.1.2. Misi ............................................................................. 6 2.1.3. Tujuan dan Sasaran ..................................................... 7 2.1.4. Kebijakan, Program, dan Kegiatan ................................. 8

2.2. Rencana Kinerja 2.2.1. Rencana Kinerja Tahunan .............................................. 13 2.2.2. Kegiatan ...................................................................... 29 2.2.3. Indikator Kinerja ........................................................... 41

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA 3.1. Pengukuran Kinerja ................................................................ 44 3.2. Evaluasi Kinerja ..................................................................... 50 3.3. Analisis Akuntabilitas Kinerja ................................................... 62 3.4. Aspek Keuangan .................................................................... 87 3.5. Hal-hal yang Memerlukan Perhatian untuk Peningkatan Kinerja . 93

BAB IV. PENUTUP ........................................................................... 99 LAMPIRAN-LAMPIRAN

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM TAHUN 2006

iii

IKHTISAR EKSEKUTIF Direktorat Jenderal Cipta Karya dalam mengemban tugas, fungsi, dan tanggung jawabnya melaksanakan pembangunan prasarana dan sarana ke-Cipta Karya-an, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 286/PRT/M/2005, telah merumuskannya dengan dengan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi, Kebijakan, dan Program serta ukuran keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaannya.

Secara garis besar pencapaian pembangunan bidang Cipta Karya selama tahun 2006 adalah sebagai berikut: 1. SEKTOR PERKOTAAN DAN PERDESAAN SERTA PENDUKUNG DAN

PENUNJANG

a. Perkotaan dan Perdesaan Rencana kinerja Kegiatan Peningkatan Infrastruktur Perdesaan yang telah ditargetkan untuk dicapai tahun anggaran 2006 meliputi 1.840 desa pada 45 kabupaten tersebar di 4 propinsi. Kegiatan ini mencapai sasaran fisik sebanyak 1.840 desa (100%) dan sasaran keuangan Rp 450.395.193.000,- (90,75%).

b. Pendukung dan Penunjang

Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Rencana kinerja yang diprogramkan dicapai tahun anggaran 2006 untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) sebanyak 1.808 personil. Pada tahun 2006 pencapaian sasaran untuk Peningkatan Kualitas SDM sebanyak 1.808 personil (100%).

Penyusunan Rencana, Program, Kebijakan dan Pengaturan (NSPM) Pada tahun 2006 direncanakan sebanyak 153 paket rumusan yang dihasilkan. Pencapaian sasaran fisik pada tahun 2006 sebanyak 143 paket kegiatan (93,46%).

Keuangan Pencapaian sasaran keuangan Rp 153.402.294.823,- (78,24%).

2. SEKTOR PENGEMBANGAN AIR MINUM

Pelaksanaan pengembangan di bidang air minum, secara program tergabung dengan pembangunan pengembangan sistem pelayanan air limbah. Hal ini disebabkan karena penyelenggaraan kegiatan Pengembangan Prasarana dan Sarana Air Minum ditangani oleh Satuan Kerja Sementara (SKS) Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dan Pengelolaan Sanitasi. Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dan Pengelolaan Sanitasi

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM TAHUN 2006

iv

bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan sektor air minum dan sektor air limbah.

Pengembangan sistem penyediaan air minum bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan memperluas pelayanan, meningkatkan kapasitas dan pembangunan sistem baru yang terintegrasi dengan sistem kota, peningkatan pelayanan/pengelolaan sanitasi, serta menuju sasaran Millennium Development Goal (MDG), gerakan nasional percepatan penyediaan air minum dan sanitasi serta mendukung Gerakan Nasional Pengembangan Sejuta Rumah (GNPSR). Jumlah investasi yang digunakan untuk pengembangan fisik sistem penyediaan air minum yang memberi pengaruh pada tingkat manfaat adalah sebesar Rp 454,989 milyar yang tersebar di 385 lokasi di 32 propinsi di Indonesia. Diharapkan kegiatan pengembangan sistem penyediaan air minum tersebut dapat memberi manfaat kepada 1.065.696 jiwa. Investasi tersebut di atas direalisasikan untuk kegiatan :

Pembangunan intake kapasitas 227 l/d

Pembangunan broncaptering kapasitas 171 l/d

Pengadaan dan pemasangan pipa sepanjang 1.010.276 m

Pembangunan IPA kapasitas 982 l/d

Pembangunan reservoir volume 8.081 m3

Pengadaan dan pemasangan pompa kapasitas 946 l/d

Pengadaan dan pemasangan terminal air/hidran umum sejumlah 677 unit

Pembangunan sumur kapasitas 156 l/d

Pengadaan mobil tangki sejumlah 3 unit

Pengadaan dan pemasangan sambungan rumah sejumlah 2.211 unit

Selain pekerjaan fisik, dilakukan pula pekerjaan non-fisik yang terdiri dari penyusunan NSPM, bantuan teknis (bantek), dan bimbingan teknis. Pada TA 2006 Direktorat Pengembangan Air Minum melalui Program Pengembangan Sistem Pelayanan Air Minum dan Air Limbah telah menghasilkan 2 (dua) Rancangan Peraturan Menteri, 42 bantuan teknis, dan 31 NSPM senilai Rp 36,153 milyar.

3. SEKTOR PENGEMBANGAN PLP

a. Rencana Kinerja Tahunan

Program Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan

Pengembangan sistem pengelolaan persampahan bertujuan untuk peningkatan kebersihan kawasan perkotaan dan derajat kesehatan masyarakat. Kriteria Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan meliputi: Stimulasi (reward) peningkatan kualitas dan kapasitas prasarana dan

sarana TPA regional untuk kawasan perkotaan kota besar dan metropolitan

Initial investment yang bersifat stimulan dan reward untuk pemerintah kabupaten/kota yang sudah mengoperasikan TPA dengan baik tetapi masih perlu dioptimalkan operasionalnya.

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM TAHUN 2006

v

Program Pengembangan Sistem Pengelolaan Drainase

Pengembangan sistem drainase bertujuan untuk mengurangi atau meminimalisasi tingkat genangan sehingga dapat menurunkan tingkat gangguan ekonomi kota dan kerugian harta benda yang berskala nasional, serta untuk peningkatan kualitas lingkungan perumahan dalam upaya dukungan terhadap Gerakan Nasional Pengembangan Sejuta Rumah (GNSPR).

Kriteria Pengembangan Sistem Drainase meliputi : Stimulasi rehabilitasi dan pembangunan sistem drainase primer di

kawasan strategis perkotaan kota besar dan metropolitan yang rawan terhadap genangan/banjir dan akan menimbulkan gangguan berskala nasional dan regional serta kerugian harta benda.