UPDATE INSENTIF PAJAK TERKAIT COVID...

Post on 17-May-2020

8 views 0 download

Transcript of UPDATE INSENTIF PAJAK TERKAIT COVID...

UPDATE INSENTIF PAJAK

TERKAIT COVID 19PMK 44 TAHUN 2020

BY : HSI ACADEMY

MANAGED BY HSI CONSULTING

DASAR ATURAN DAN

JENIS2 INSENTIFNYA?

► PMK 23/PMK.03/2020 pada 21

Maret 2020; kemudian

BEBERAPA SEKTOR

DIPERLUAS DALAM

► PMK 44/PMK.03/2020 pada 27 April

2020

INSENTIF YANG DIBERIKAN BAGI WP:

✔ PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah

✔ PPh UMKM Ditanggung Pemerintah

✔ Pembebasan PPh Pasal 22

✔ Pengurangan Angsuran PPh Pasal 25

✔ Pengembalian Pendahuluan PPN

1. PPh Pasal 21 Ditanggung

Pemerintah (DTP)

Siapa yang berhak?

Pegawai yang:

► Menerima penghasilan dari pemberi kerja dalam kategori :

WP dengan KLU tertentu (1062 KLU - “LAMPIRAN A”), WP Perusahaan KITE, atau WP Kawasan Berikat

► Pegawai tsb memiliki NPWP; dan

► Pada masa pajak dimaksud memperoleh Penghasilan Bruto yang disetahunkan tidak lebih dari IDR 200 JUTA

Bagaimana Prosedurnya?

► Pemberi Kerja menyampaikan pemberitahuan melalui www.pajak.go.id untuk memanfaatkan fasilitas perpajakan

► Dalam hal pemberitahuan telah disampaikan, namun tidak memenuhi kriteria, Kepala KPP menerbitkan Surat

Penolakan

► Pemberi Kerja wajib memberikan secara tunai PPh Pasal 21 DTP kepada pegawai

1. PPh Pasal 21 Ditanggung

Pemerintah (DTP)

Kapan Jangka Waktunya?

▪ Sejak masa pajak pemberitahuan disampaikan oleh Pemberi Kerja sd. Masa Pajak September 2020

“KHUSUS” untuk pemanfaatan fasilitas April 2020, SEGERA! pemberitahuan WAJIB disampaikan maks. 20 Mei 2020

Apa saja kewajiban Pemberi Kerja?

⮚ Menyampaikan laporan realisasi PPh 21 melalui www.pajak.go.id dan melampirkan

SSP/ Kode Billing yang dibubuhi cap/ tulisan PPh 21 Ditanggung Pemerintah maks. tanggal 20 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir

PPh 21 harus dibayarkan Pemberi Kerja secara tunai untuk:

1. PPh 21 yang dipotong oleh Pemberi Kerja

2. PPh 21 dengan skema Tunjangan PPh

3. PPh 21 dengan skema Ditanggung Pemberi Kerja

1. PPh Pasal 21 Ditanggung

Pemerintah (DTP)

Hal - hal yang perlu diperhatikan terkait dengan PPh Pasal 21 DTP:

1. KLU merujuk pada KLU di SPT 2018 atau Masterfile WP pada administrasi DJP

2. PPh 21 bukan objek penghasilan kena pajak

3. Jika dalam SPT OP 2020 terdapat LB yang disebabkan karena Fasilitas ini, maka LB nya tidak dapat

dikembalikan

4. THR/ Bonus/ Non Regular Income tetap dipotong PPh Pasal 21 (Lihat contoh 3 Page 47-48)

5. Teknis di SPT 21: NTPN PPH DTP diisi dengan angka 9 sebanyak 16 digit

2. PPh UMKM

Ditanggung Pemerintah (DTP)

Siapa yang berhak?

► WP yang memiliki peredaran bruto tertentu dan dikenai PPh Final berdasarkan PP 23/2018

Bagaimana Prosedurnya?

► WP berhak memanfaatkan insentif sepanjang:

▪ Memiliki Surat Keterangan sesuai format berdasarkan PMK ini; dan

▪ Menyampaikan laporan realisasi PPh Final DTP setiap Masa Pajak

► Permohonan Surat Keterangan diajukan WP melalui www.pajak.go.id ,

bagi WP yg sudah mendapatkan S-KET PP 23 sebelum PMK 44, WAJIB!!! REGISTRASI ULANG untuk memanfaatkan insentif ini.

► WP tidak perlu menyetor PPh Final ke kas negara

► Pemotong/ pemungut tidak melakukan pemotongan/ pemungutan pada saat pembayaran (apabila Surat Keterangan sudah terkonfirmasi), kemudian menyerahkan SSP/ e-billing DTP kepada WP.

2. PPh UMKM

Ditanggung Pemerintah (DTP)

Kapan Jangka Waktunya?Masa Pajak April 2020 sampai dengan Masa Pajak September 2020

Khusus pemanfaatan Masa Pajak April 2020, SEGERA!!! pemberitahuan wajib disampaikan maks. 20 Mei 2020

Apa Kewajiban WP?

Menyampaikan laporan realisasi PPh Final DTP (setiap Masa Pajak) dan melampirkan

SSP/ e-billing yang dibubuhi cap/ tulisan PPh Final ditanggung Pemerintah (DTP) maks. Tanggal 20 bulan

berikutnya setelah Masa Pajak berakhir

Catatan Tambahan:

1. PPh Final DTP bukan merupakan objek pajak penghasilan

2. Pemotong / Pemungut WAJIB melaporkan SSP/ Cetakan Kode Billing yang dibubuhi cap/ tulisan “PPh

FINAL ditanggung Pemerintah eks PMK No 44/PMK.03/2020 / 16 DIGIT “9” sbg NTPN dalam SPT PPH 4 (2) -

”PENGHASILAN TERTENTU”

3. PPh Pasal 22 Ditanggung

Pemerintah (DTP)

Siapa yang berhak?

► WP dengan KLU tertentu (431 KLU - Lampiran I) , WP Perusahaan KITE, atau WP Kawasan Berikat

► Memiliki NPWP; dan

► Jangka waktu pembebasan PPh 22 adalah dari sejak surat pemberitahuan disampaikan sd. 30 September 2020

Bagaimana Prosedurnya?

► WP menyampaikan pemberitahuan melalui www.pajak.go.id untuk memanfaatkan fasilitas perpajakan

► Dalam hal pemberitahuan telah disampaikan, namun tidak memenuhi kriteria, Kepala KPP menerbitkan Surat Penolakan

3. PPh Pasal 22 Ditanggung

Pemerintah (DTP)

Bagaimana pertanggung jawabannya?

WP menyampaikan Laporan Realisasi PPh Pasal 22 melalui www.pajak.go.id per 3 bulan dengan ketentuan

sebagai berikut:

❑ Maks. Tanggal 20 Juli 2020 untuk Masa Pajak April - Juni 2020

❑ Maks. Tanggal 20 Oktober 2020 untuk Masa Pajak Juli - September 2020

4. PPh Pasal 25 Ditanggung

Pemerintah (DTP) - 30% pengurangan

Siapa yang berhak?

► WP dengan KLU tertentu (846 KLU - Lampiran N) , WP Perusahaan KITE, atau WP Kawasan Berikat

Kapan Jangka Waktunya?

► Dimulai dari masa pajak pemberitahuan disampaikan sampai dengan Masa Pajak September 2020

Khusus pemanfaatan Masa Pajak April 2020, SEGERA!!! pemberitahuan wajib disampaikan maks. 15 Mei 2020

Bagaimana Prosedurnya?

► WP menyampaikan pemberitahuan melalui www.pajak.go.id untuk memanfaatkan fasilitas perpajakan

► Dalam hal pemberitahuan telah disampaikan, namun tidak memenuhi kriteria, Kepala KPP menerbitkan Surat Penolakan

4. PPh Pasal 25 Ditanggung

Pemerintah (DTP)

Bagaimana Pertanggung jawabannya?

WP menyampaikan Laporan Realisasi PPh Pasal 25 melalui www.pajak.go.id per 3 bulan dengan ketentuan

sebagai berikut:

❑ Maks. Tanggal 20 Juli 2020 untuk Masa Pajak April - Juni 2020

❑ Maks. Tanggal 20 Oktober 2020 untuk Masa Pajak Juli - September 2020

CONTOH PEMBERITAHUAN

DITERIMA DJP

CONTOH PEMBERITAHUAN

DITERIMA DJP

CONTOH PEMBERITAHUAN

DITERIMA DJP

CONTOH PENOLAKAN

TERIMA KASIH

HSI ACADEMY

MANAGED BY HSI CONSULTING

PENGEMBALIAN PENDAHULUAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK

(PMK No.44 & SE-29)

INSENTIF PPN

LATAR BELAKANG

INSENTIF/RELAKSASI

Perpu No.1 Tahun 2020 Penurunan tarif PPh Badan ; 22% thn ‘20&’21,

20% thn ‘22 PMK 23 Tahun 2020 dirubah PMK 44 Tahun

2020, Se-29/2020 PPh 21 DTP, pengurangan pph 25,

pembebasan PPh 22 Impor, PPh Final UMKM DTP, Percepatan restitusi PPN)

PMK 28 Tahun 2020 , SE-24/2020 fasilitas pajak barang dan jasa untuk

penganan covid 19

A. Persyaratan

B. Insentif/Relaksasi

1. Mengajukan SPT PPN LB (Normal/Pembetulan) dengan mengisi kolom pengembalian pendahuluan dalam SPT.

2. Melampirkan penetapan KITE, izin penyelengara kawasan berikat, izin pengusaha kawasan berikat atau izin PDKB (masih berlaku pada saat pengajuan) dilampirkan di dalam SPT masa PPN.

C. Prosedur

3. KPP meneliti :

a. Penelitian Formal :

Memiliki KLU sesuai lampiran I PMK 44

Melampirkan surat penetapan KITE, izin penyelengara kawasan berikat, izin pengusaha kawasan berikat atau izin PDKB di dalam SPT.

Jumlah LB paling banyak 5 M

C. Prosedur

Masa Pajak diajukan Masa April-Sep ’20

SPT Masa PPN disampaikan paling lama tgl.31 Oktober 2020.

Tidak sedang dilakukan Pemeriksaan Bukti Permulaan.

Tidak sedang dilakukan Penyidikan Tindak Pidana Perpajakan

Tidak pernah dipidana karena tindak pidana perpajakan 5 (lima) tahun terakhir.

C. Prosedur

b. Penelitian Material : Kebenaran perhitungan dan penulisan pajak Kebenaran Pajak masukan telah dilaporkan dan dibayarkan

(tervalidasi NTPN) oleh PKP Penerbit Faktur Pajak

4. KPP menyetujui => Menerbitkan SKPPKP (Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak)

5. KPP menolak => Surat pemberitahuan tidak dapat diberikan

pengembalian pendahuluan atau tidak terdapat kelebihan pembayaran pajak (tidak memenuhi kewajiban formal & hasil penelitian material tdk LB)

=> Ditindaklanjuti pemeriksaan biasa - Pasal 17B UU KUP (tidak memenuhi kewajiban formal / material)

C. Prosedur

6. Proses penerbitan SKPPKP paling lambat 1 (satu) bulan sejak tanggal permohonan pengembalian pendahuluan disampaikan.

7. Apabila telah lewat jatuh tempo tidak menerbitkan surat

pemberitahuan dan SKPPKP, dianggap diterima dan KPP paling lambat 3 (tiga) hari setelah jatuh tempo harus menerbitkan SKPPKP.

8. KPP Tetap melakukan pemeriksaan selama tidak melewati

daluarsa pajak (5 tahun).

C. Prosedur

Contoh Surat Penolakan

Terimakasih staysafe-stayhealty-keeplearning